Rabu, 17 Oktober 2018

Teruntuk kamu disana

Selamat menempuh hidup baru


Selamat menempuh hidup baru Teruntuk Kmu...
Kamu yang pernah singgah di hati ini. Memberi sejuta warna. Memberi kebaikan...
Entah beberapa bulan sebelum pernikahanmu ini, aku sudah mempunyai firasat, hingga aku mengunfriends pertemanan kita di facebook, entahlah ada dorongan hati untuk menghapus pertemanan kita saat itu di sosial media, saat itu kamu menyuruh Untuk unfriend pertemananku dengan temanmu namun entah kenapa beberapa minggu ada dorongan untuk unfriend Kmu.
Namun Kemaren saat aku menemukan kabar pernikahanmu, aku cukup terkejut, sedih tentu itu yang aku rasa, namun aku juga bahagia kamu telah menemukan jodohmu.

Doaku Teruntuk kamu “semoga menjagai keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah”

Selasa, 16 Oktober 2018

Selamat untuk kamu




Entah ada gerangan apa tiba-tiba aku pagi ini membuka instagram, dan menemukan undangan pernikahanmu dalam postinganmu, Cukup kaget tapi senang karena kamu telah menemukan jodoh yang terbaik yang telah Allah berikan.
Meski sedikit cukup sedih tapi semua sudah menjadi takdir dari Allah. Aku pun tak berhak kecewa dan bersedih.
Semoga aku pun sama menemukan jodoh yang terbaik yang Allah berikan kelak.
Terima kasih telah memberikan sedikit warna dalam hidup ini. 

Selamat menempuh hidup baru buat kamu “N”

Jumat, 09 Maret 2018

Sebuah Rindu

Teruntukmu disana....
 Apa kabarmu saat ini? Apakah semua baik seperti yang selalu aku doakan..
Kau tau kadang hati ini ingin sekali bertemu.
Meski jarak menjauhkan kita namun tidak dengan hati kita.

Teruntukmu disana....
Rindu ini masih tetap sama untukmu.
Rindu ini tak pernah berubah masih seperti dulu.

Teruntukmu disana...
Rindu ini bagaikan lautan lepas yang aku sendiri tak tau dimana ujungnya. atau  mungkin tak berujung.
Rindu ini selalu mengajarkanku sebuah kesetiaan meski kadang penuh dengan sebuah cobaan.
Rindu ini mengajarkan untuk bertahan pada satu nama.

Teruntukmu disana
Tau kah kau... kadang aku mengoreskan sebuah nama dalam sebuah sajak agar semesta tau jika rindu ini tak pernah berpaling dan tetap menjadi milikmu...



Kamis, 08 Maret 2018

Sebuah Luka

Bukan sebuah luka lama namun entah mengapa hampir dua minggu ini hati seakan terluka. Bahkan aku sendiri tak tau siapa yang membuat luka itu sendiri.

Apakah kamu? Aku rasa tidak. bahkan aku tak memiliki rasa apapun kepadamu. Namun terkadang aku merasa menjadi wanita yang sangat hina di hadapanmu. Apakah kamu berfikir seperti itu kepadaku?

Menjauh.... Kadang aku berpikir itu memang solusi yang sangat tepat mana kala aku berfikir seperti itu. Namun kadang kala aku kembali berfikir apakah itu solusi yang terbaik untuk menjauh darimu. Bukan karena aku tak mau menjadi sahabat atau bahkan temanmu. Tapi, aku berfikir jika kamu membutuhkanku hanya untuk waktu-waktu tertentu atau mungkin disaat " Kamu Butuh". Tapi tidak disaat aku membutuhkanmu. Kamu seakan hilang dan enggan untuk sekedar menjadi pendengarku. Kamu seakan ogah mendengar semua keluh kesahku bahkan kesedihan yang terkadang aku rasakan kamu tak memperdulikannya.


Rapuh...memang seperti itu. Tak tau yang banyak dibalik setiap keceriaanku selalalu aku menyembunyikan setiap kerapuhan dan setiap luka yang tercipta.