Sabtu, 26 Desember 2015

RINDU

Hai Rindu..
Masih enggankah kau beranjak dari tempatmu..
Aku sungguh tak ingin mengenalmu lagi..
Bahkan pintu ini serasa tertutup rapat hingga tak ada celah untuk kau memasukinya..
Jangan kau berdiri dan hanya menungguku untuk membukanya kembali..
Aku sungguh tak ingin mengenalnya lagi..
Cukup waktu itu aku merasakannya hingga kau balas dengan serpian luka..
Rindu,,
Tak sadarkah kau jika luka itu belum sepenuhnya sembuh..
Hati ini berusaha merangkai serpihan serpihan yang telah kau hancurkan..
Kau sama sekali tak perduli akan hal itu..
Kau pergi dan kembali sesuka hatimu..
Namun pintu ini sudah tak mungkin ku membukanya kembali untukmu..
Pergilah dari tempatmu..
Hati ini tak ingin merasakan luka kembali
Hati ini ingin menciptakan kebahagiaan tanpa hadirnya rasa itu..
Rindu,,
Aku sama sekali tak ingin merasakan sakit itu kembali.
Terlalu lelah air mata ini keluar karnamu..
Tak pernah kau menciptakan tawa untukku..
Mengapa kau selalu menciptakan tangis dan membuat luka itu..
Tak bosankah kau melakukannya..
Rindu,,
Pergilah sejauhnya aku tak ingin merasakannya kembali..

Merasakan kembali apa yang pernah kau beri untuk hati..
Pergilah dan jangan kau kembali jika hanya untuk menciptakan kembali luka 

Selasa, 22 Desember 2015

Luka Hati Naya

Naya terlihat masih duduk terdiam disalah satu taman catelya. Matanya masih sembab. Hatinya terasa kecewa saat ia bermaksud menjalin komunikasi kembali dengan Niko. Naya hanya ingin minta maaf dan sadar dengan apa yang dia lakukan salah. Namun Niko tak menggubrisnya. Disaat kesedihan singgah hingga membuka luka lama Naya,  Reno datang menghiburnya.
"Hai Nay,  kamu kenapa sedih? Apa yamsebenarnya terjadi? Adakah orang yang menyakitimu?" Reno terlihat menatap tajam Naya dengan penu kekhawatiran.
Naya tersenyum menyembunyikan air mata yang telah ditumpahkannya. Namun seakan Reno bisa melihat apa yang disembunyikan dari Naya.
"Kamu tidak perlu membohongiku Nay, kamu nangis kan Nay?" Reno kembali melontarkan pertanyaan dengan wajah yang cemas.
"Reno, aku tidak menangis. Aku baik-baik saja" Naya menjawab dengan wajah srumingahnya.
Naya memang tidak bisa menyembunyikan kesedihananya dari Reno. Namun kali ini Naya tak ingin membuat Reno kembali cemas dengan keadaanya. Naya sadar Reno begitu baik padanya dan peduli. Meski Reno kadang membuat dirinya jengkel karena tingah  jahilnya. Namun disisi lain Reno sangat peduli akan Naya. Maka Naya tak ingin membuat Reno kecewa jika Reno mengetahui hatinya sedang memikirkan orang lain.
Naya dan Reno memang dekat. Kedekatan mereka memang tak lama. Reno dan Niko tak sengaja bertemu saat Marisa mengajak Reno main kerumahnya. Kedekatan mereka berlangsung dengan cepat. Memiliki kekonyolan yang sama membuat mereka cepat nyambung dan nyaman berteman.
"Nay, aku sayang sama kamu" Ucap Reno lirih sembari menatap wajah Naya.
Naya hanya diam. Naya tak tau apa yang harus dia jawab atas pertanyaan Reno. Hati Naya seakan masih tersimpan seseorang yang kini mulai acuh padanya. Namun Naya juga tak ingin mengecewakan hati Reno. Naya tau bagaimana rasanya dibuat kecewa oleh seseorang. Naya memantapkan hatinya sembari tersenyum kepada Reno.
"Iya Reno, aku juga sayang sama kamu" Jawab Naya dengan senyum lebarnya.
Naya berharap memang inillah keputusan yang paling baik yang memang harus diambilnya. Reno orang yang baik. Bahkan Reno selalu ada dan siap menghiburnya. Meski kadang Reno masih diselimuti dengan sifak emosinya yang mmasih belum bisa dia kontrol.
Mungkin inilah saatnya Naya mengobati luka hatinya dengan membuka hati untuk Reno. Toh Niko sudah tak mau menjalin komunikasi dengannya. Mungkin malam tadi itulah komunikasi terakhirnya dengan Niko. Mungkin Niko sudah mempunya hidup yang baru yang memang Naya tak seharusnya da didalamnya.
"Nay, aku harap kamu tidak membohongiku soal ini. Aku harap itu semua dari hatimu. Tidak karena kamu ingin melupakan seseorang dan menjadikanku sebagai pelampiasnan kekecewaanmu." Reno memangdang langit dengan penuh bintang.
"Enggak Reno, aku tak mungkin membuat orang kecewa. Karena aku tau bagaimana rasanya jika hati dibuat kecewa."Jawab Naya ditemanu senyumnya yang khas.
"Nay, kamu itu wanita yang berarti buatku. Aku tak ingin kamu bersedih. Bahkan sampai ada sedikit air mata yang keluar dari mata indahmu. Aku tak akan memaafkan dirimu sendiri."Reno kembali memandang Naya yang terlihat asyik memandang bulan dengan senyum yang selalu tersunggung diwajah indahnya.
Naya tau apakah ini jalan Allah dan jawaban dari pertanyaanya. Meski Naya sudah memulai komusikasi dengan Niko. Tapi Niko sudah bersifat dingin terhadapnya. Naya tau sekarang ada sosok yang meuali mengobati hatinya dengan kekonyolannya dan dengan keisengannya. Namun dalam hati Naya berharap Niko bisa bersifat hangat kembali dengannya.
Naya memang sangat merindukan sosok Niko kembali dalam kehidupannya. Namun semuanya meamng tak akan bisa kembali seperti dulu. Niko pun sudah tak menganggap Naya ada dalam hidupnya. Bahkan sudah menghapus semuanya. Meski berulang kali memang sering terjadi kesalh pahaman Nay dengan Niko hingga membuat Naya sering menyimpulan apa yang tidak sebenarnya terjadi. Namun hati Naya seakan mengatakan itu memang yang terjadi. Hati Naya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jika Niko selama ini hanya mempermainkan hatinya. Memang Naya yang salah dalam hal ini. Naya seakan masuk kedalam rasa yang tak seharusnya dia rasakan. Harusnya Naya hanya merasakan kekaguman. Namun hingga semua itu masuk dan menciptakan kecewa dan luka dalam hati Naya.

Kehadiran Reno sedikit merubah segalanya. Reno yang sedikit punya emosi yang sulit dia kontrol namun dibalik itu semua dia memiliki sifat yang lembut yang bisa membuat Naya kembali tertawa. Melupakan sejenak kisahnya dengan Niko yang berakhir seperti orang asing.
Namun akankah Naya dapat melupakan semuanya tentang Niko?
##Bersambung




Sabtu, 19 Desember 2015

GELISAH

Pernahkan kamu mersa gelisah? hati sama seklai tak merasa tenang. Apakah yang akan kita lakukan agar hati kembali tak gelisah?
Gelisah merupakah salah astu jenis penyakit yangsering menyerang pertahanan hati, banyak orang telah terserang baik orang tua maupun generasi muda.

Gelisah merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya karea mampu memberikan efek negatif dalam kehidupan sseorang. KArena tak jarang seseorang terjerumus kepada tindakan yang buruk sebagai pelarannya. Misalkan miras, narkoba dan sebagainya. Jadi penyakit hati ini dapat menyeret kita ke dalam kehidupannegatif, minimal akan menurunkan atau menghilangkan prestasi seseorang dan lebih parahnya akan melemparbya ke lembah maksiat dan dosa.
 Gelisah, memang penyakit hati yang sering menyerang hati manusia dan sangat berbahaya namun banyak orang yang tidak mempertimabangkan efek bahaya tersebut.  

Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.

Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Dalam ayat di atas, Allah swt telah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa “… hanya dengan mengingat Allah swt-lah maka hati akan menjadi tenteram”. Maka tidak ada lagi penawar dan penangkal yang lebih baik dan lebih barakah lagi selain dengan cara mengingat Allah swt. Lalu, bagaimanakah yang dimaksud dengan mengingat Allah swt tersebut?

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengingat Allah swt, misalnya berdzikir, sholat, mempelajari dan membaca Al Quran serta mengamalkannya, senantiasa bersyukur kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt, dan perbanyak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terdapat di alam semesta maupun fakta sejarah.
1. Dzikrullah (dzikir kepada Allah swt)

Dzikir kepada Allah swt merupakan salah satu cara yang sangat ampuh agar selalu mengingatkan kita kepada Allah swt. Kenapa demikian? Karena, dzikir dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun (kecuali ketika tengah berada di dalam toilet atau sedang buang air), serta oleh siapapun (tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, sedang berhadats maupun dalam keadaan suci).

Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.

Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.

Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas (kecuali pada saat buang air atau sedang berada di dalam toilet), ketika berbaring, duduk, maupun berdiri.

“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.
2. Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.


3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran

“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”, itulah janji Allah swt kepada hamba-Nya senantiasa mengistiqomahkan diri mereka untuk selalu membaca, mempelajari, dan merenungi ayat-ayat Al Quran secara terus-menerus.

Di sinilah, salah satu nilai pentingnya mengamalkan dan membaca Al Quran secara kontinyu. Karena, Al Quran merupakan kitab yang berisikan kalimat-kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah swt yang telah diturunkan di bulan yang penuh dengan barakah, bulan Ramadahan, maka tidak heran dan tidak perlu lagi untuk diragukan bahwa Al Quran akan menjadi penenang hati-hati yang membacanya, bahkan bagi para pendengarnya, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.
4. Bersyukur Kepada Allah swt

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)

Kedua ayat di atas telah memberikan gambaran mengenai peranan rasa syukur kepada Allah swt. Pada QS. Ibrahim: 7, Allah swt telah mengatakan bahwa Allah swt akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur atas segala yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. Dan Allah swt akan mengazab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah swt (tidak mau bersyukur) dengan azab yang sangat pedih.

Dan pada QS. An Nahl : 112, Allah swt telah memberikan gambaran kepada kita mengenai nasib orang-orang yang tidak mau bersykur atau ingkar kepada Allah swt. Allah telah mengazab mereka dengan kelaparan dan ketakutan.

Dari gambaran kedua ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih. Pada surah An Nahl : 113, Allah swt telah mengazab orang-orang semacam ini dengan kelaparan dan ketakutan.

Kalau seseorang telah mendapat azab dari Allah swt, baik berupa kelaparan, kehausan, kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau azab dalam bentuk apapun, maka mustahil bagi mereka untuk merasakan ketenangan dalam hidupnya.
5. Yakinlah akan pertolongan Allah swt

“Masalah”… Ya, “masalah”, itulah yang menjadi pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa seseorang. Banyak sekali manusia, bahkan mungkin hampir setiap manusia akan merasakan penyakit gelisah ini manakala dihadapkan pada suatu permasalahan. Rasa takut terhadap berbagai masalah yang menimpanya. Takut tidak dapat menyelesaikannya. Takut tidak ada yang akan menolongnya keluar dari masalah tersebut.

Di sinilah, hendaknya kita mulai untuk yakin kepada Allah swt. Ya, sebagai seorang muslim hendaknya kita mulai menanamkan secara mendalam di dalam jiwa kita bahwa Allah swt adalah satu-satunya pemberi petunjuk dan pertolongan yang terbaik bagi umat-Nya. Dan satu hal lagi yang wajib kita yakini adalah bahwa pertolongan Allah swt itu dekat kepada umat-Nya.

Dengan meyakini bahwa pertolongan Allah swt itu dekat, maka kegelisahan pun niscaya akan hilang. Karena kita tahu dan yakin bahwa Allah swt pasti akan menolong hamba-Nya yang membutuhkan.

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)

“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).
6. Merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt

Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan gelisah dan memperoleh ketenangan batin adalah dengan jalan selalu merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Allah swt telah menciptakan alam ini dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa. Dan di sanalah terdapat beraneka tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenungkannya. Di sana ada siang dan malam yang terus silih-berganti dengan waktu yang tetap, siapa yang memberikan jadwal? Di sana ada planet-planet yang beredar di garis edarnya masing-masing dan tidak pernah berenturan ataupun berebutan, siapa yang mengaturnya? Di sana ada langit yang luas luar biasa mengambang tanpa penyanggah, siapa yang menopangnya? Di sana ada buah duriann matang yang manis rasanya, siapa yang menaburinya dengan gula? Di sana ada buah kelapa muda yang jika dibelah ada airnya yang sangat segar, siapa yang menuangkannya? Berikut firman Allah swt di dalam Al Quran:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al Fushshilat : 53)

“Dan Dia lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Ar Ra’du : 3)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati(kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan “. (QS. Al Baqarah : 164)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (QS. Qaf : 7 – 8)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 15)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al Hijr : 19)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal….” (QS. Ali Imran : 190)

Selain itu, kita juga dapat merenungi kebesaran-kebesaran Allah swt melalui fakta-fakta sejarah yang banyak diceritakan di dalam Al Quran dan Al Hadits.

Demikianlah artikel sederhana mengenai “Mengingat Allah Adalah penangkal dan Penawar Gelisah”. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan barakah bagi kita semua. Amin

Rabu, 16 Desember 2015

HUJAN

Hujan kembali membasahi bumi.
Membawa rindu yang kian sesak didalam dada.
Akankah rindu itu akan terobat dengan kehadiranmu lagi?
Mungkin itu hanyalah sebuah Angan dan mimpi yang tak akan pernah nyata.
Kita sekarang hanyalah sepasang orang asing yang sudah tak saling kenal.
Aku tak pernah menyesal dengan perkenalan kita hingga kita menjadi sedekat dan sangat dekat.
Hingga waktu menjauhkan kita karena keadaan.
Keadaan yang membuatmu menciptakan sebuah rasa kecewa dalam hidupku.
Rasa kecewa hingga membuatku beanr benar benar pergi jauhmu.
Seakan mata ini tak akan mampu melihatmu dan memandangmu lagi.
Hati ini seakan telah menciptakan sebuah tembok bajah nan kokoh agar tak ada celah lagi untuk kamu masuk kedalamnya.
Jika kamu merasa dirimu tampan hingga kau merasa berhak mempermainkan hati setiap wanita bukankah itu hanyalah perbuatan seorang pengecut.
Jika kamu mempunyai hati maka kamu tak akan melakukannya kepada setiap wanita. Bukankah Ibumu dan saudaramu juga seorang wanita.

Kadang aku ingin berjalan dan bermain di derasnya air hujan, Bukan untuk menangis tapi rindu akan masa kecil yang selalu terasa indah. Bermain air hujan, berlari kesana kemari tanpa merasa ada beban yang ditanggungnya. Yang ada hanyalah canda dan tawa.
Namun inilah fase kehidupan, dimana kita semakin dewasa maka semakin besar tanggung jawab yang harus kita tanggung.

Cinta, apakah memang indah seperti yang sering orang katakan.
Namun aku tak akan terburu-buru untuk menyimpulan itu semua
Kedekatanku dengan salah satu teman sekolah dulu,
Iya kita satu sekolah sejak SMP dan SMA dan aneh serta parahnya kita tak pernah meyadari kalau kita pernah satu sekola bahkan satu kelas bareng.
Aku tau jika kita pernha satu sekolah bareng saat sahabatku mengajaknya berkunjung kerumahku saat aku berlibur ke Jepara saat aku mengurus KTP. Temanku mengenalkannya dan kita banyak ngobrol dan baru ngeh saat temanku mengatakan jika kita pernah satu kelas bahkab satu sekolah sejak SMP.
Sempet kaget dan lucu juga sih.

Kita memang deket tapi aku tak pernah berfikir jika kedekatan kita seperti orang pacaran pada umunya.
Deket yang aku maskud karena kita sering bercanda jika sedang chat. Aku tau jika chat kita selam ini hayalah candaan dan seruan semata. Karena aku tau jika dia sendiri juga sedang dekat atau sudah menajlin hubungan dengan salah seorang cewek. Meski dia tak pernah mengaku tapi tak menjadi masalah denganku. Kita hanyalah teman dan sahabat yangs seru jika disandingkan.
Aku haya berharap jika persahabtanku ini tak akan menjadi hancur dan sedih sama seperti persahabtanku dengan Yoyot yang kini jauh serta nunut yang sangat jauh.

Aku tak butuh punya sahabat seperti mereka yang hanya memandang sebuah sahabat dari sebuah tampang. Tampangku memang tak cantik, Namun aku bersyukur aku masih di beri wajah yang bisa dibilang sempurna dan tidak ada cacat. Aku maish bisa bernafas, mempunya kedua mata yang masih dapat melihat.


Selasa, 15 Desember 2015

Entah


Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan hati ini.
Seakan tak henti gelisah memikiran sesuatu..
Apakah itu dia? yang masih sedikit singgah dalam hati,,
Namun, ini sudah menajdi keputusanku untuk benar pergi dan hilang darinya,
Toh ketidak hadiranku saat ini tidak menjadi arti baginya,,
Untuk apa aku masih memikirkannya, bukankah dia telah melukis kecewa dala hati ini.
Pergi dan menghapusnya bukanlah yang terbaik.
Seharusnya aku tak harus bersedih toh seharusnya aku bahagia seperti apa yang dikatakan oleh sahabatku. Dia bukan yang terbaik buatku!! Ingat itu.
Berapa sering dia mengecewakan hatimu? Berapa sering dia membuat jatuh air mata ini? Bahkan itu semua tak seharusnya terjadi.
karena orang yang tulus menyanyangimu dia tak akan bisa dan tak akan mampu membuatmu menangis apalagi sampai kamu bersedih dan mengeluarkan air mata walau hanya satu tetes.
Tapi bukankah dia tidak?
Aku sangat ingat apa yang dikatakan dia  jika dia memiliki rasa yang berbeda, namun mungkin dia juga mengatakan hal yang sama terhadap setiap wanita yang dia dekati. Jadi bukan aku satu satunya wanita yang mendapatkan ucapan kata darimorang yang diam-diam dikagumi terkadang akan membuat hati wanita itu melayang. Namun seketika semua itu ia hempaskan begitu saja dengan dia terang - terangan menujukkan kedekatannya dengan wanita lain selain diri ini.
Dan seolah dia beranggapan dialah yang paling penting dalam hidup saya ini. Seakan dia mengatakan jika aku yang harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika dia salah. Seolah dialah yang selama ini saya butuhkan dan aku tak akan bisa hidup tanpanya.
Kadang hati ini terasa sangat membencinya, namun kembali seperti semula jika aku tak seharusnya membenci seseorang.
Namun semua ini seakan kembali membuatku takut untuk merasakan apa itu jatuh cinta ketika merasakan sakit menelan kekecewaan. Namun benar apa kata orang lebih indah jika kita membangun cinta. Bukan cinta pacaran ala anak muda saat ini. Namun membangun sebuah cinta yang halal dalam bentuk pernikahan.

Senin, 14 Desember 2015

Takdir yang akan Menjawab

Kadang memang kita harus menghapus orang yang pernah berarti buat kita dalam hidup kita sendiri. Bukan karena kita membencinya. Namun semua itu kadang yang paling terbaik. Bukan maksud hati untuk memutus semua tali persaudaraan kita sebagai sesama orang muslim namun lebih baik kita sekarang menjadi orang asing yang tak lagi saling kenal. Ketika ini semua Allah tunjukkan kepadaku dan ketika aku mengetahui jika kamu telah menjalin hubungan juga dengan salah satu bidan yang bekerja disalah satu kota di Jawa Barat. Awalnya hati terasa sakit namun kusadar jika aku tak harus bersedih dan berlaut. Karena aku harus bahagia karena Allah telah menujukkan jika bukan dia yang baik untukku. Kini aku benar-benar harus menjauh darinya. Bahkan semua apa yang berhubungan dengannya memang sudah aku hapus. Aku tidak bertindak sebagai anak kecil karena ini memang yang terbaik. Bukankah kita dulunya hanyalah orang asing yang memang tak saling mengenal bukan?

Kita sekarang hanyalah bagia dari masa lalu yang memang sudah aku hapus semua. Ketika kamu pernah bilang kepadaku dan berkata apakah aku bisa tanpamu untuk tidak menghubungimu lagi? Kini aku akan jawab jika aku bisa melakukan itu semua. Karena aku yakin akan Allah yang akan selalu bersamaku. Kekagumanku selama ini akanmu memang benar benar hilang dan tak tersisa sama sekali. Memang baikknya kita tak usah bertemu  bukan juga aku muak melihat wajahmu namun itu yang terbaik. Aku sudah memaafkanmu meski tak pernah terucap dari bibirmu. Kini juga kamu sudah mendapat kebahagianmu dengannya. Insyaallah semoga bahagia :)

Kita pasti akan mendapatkan yang terbaik untuk hidup kita kali ini. Memperbaiki diri untuk menjadi orang baik dan Insyaallah jika Allah mengijinkan kita akan bertemu kembali. Namun untuk kali ini kita memang benar harus menjauh bahkan aku lihat kamu bahagia dengan aku menjauh darimu. Namun kembali teringat tentang apa yang aku pernah ceritakan kepadanya jika aku sangat tidak suka di bohongi dan orang yang terlalu Kepo sehingga aku pernah menjauh dari salah satu teman dekatku. Mungkin ini yang kau buat untukku agar aku jauh dan pergi darimu. Tapi Insyaallah aku sudah Ikhlas dan Ridho mungkin kita hanya ditakdirkan untuk singgah mewarnai hati kita bukan untuk bersama selamanya.



Singgah Kembali

Disaat seperti ini kadang rindu itu seakan singgah kembali. Namun segera semua aku menghapusnya. Teringat ketika saudara mengatakan jika dia tidak lagi menyukaimu seperti dulu. Mungkin karena terlalu banyak wanita yang kau dekati saat itu selain aku. Sehingga itu mengibaratkan jika kau bukanlah orang yang bisa di anggap setia. Mungkin ini memang jalan yang paling baik. Tidak berhubungan denganmu membuat hidup dan hati ini lebih terasa nyaman dan bahagia. Menunggu yang terbaik sambil memperbaiki diri yang ini tak lepas dari dosa - dosa.

Impian untuk Tahun depan banyak, Mungkin salah satunya di pertemukan Allah dengan Jodohku. Jodoh yang Insyaallah bisa membuat kita menjadi peribadi yang baik serta mempunyai misi yang sama. Sama-sama berjalan ke Jalan Allah :). Pengen juga seperti salah satu teman kampus aku yang kini telah menikah dengan salah satu ustadz. Dengan proses Taaruf dan membawa keluarga untuk berkunjung kerumah orang tuanya dan melamarnya dengan sangat sederhana. Mereka juga melangsungkan pernikahan juga dengan sangat sederhana tak menyebar undangan mewah dan pesta mewah Masyaallah benar - benar sangat Indah bayanganku. Mudah-mudahan aku bisa seperti salah satu temanku itu Aamiin.

Aku memang tak pernah mempunyai impian jika menikah nanti menggelarnya di gedung yang mewah. Bagiku cukup keluarga dan para sahabat :)

Kamis, 10 Desember 2015

GODAAN

Entahlah sekarang seakan sulit percaya pada orang. Semua yang keluar dari dirinya hanyalah dusta belaka. Rindu dan sayang sama sekali bualan semata. Oh Tuhan, mengapa aku harus terjebak dalam cinta yang tidak halal seperti ini. Mungkin semua ini adalah teguran dari Sang Pencipta ketika hati ini terjebak dan Allah kembali menunjukkan. Rasa Syukur tak henti terucap dari bibir dan hati ini. Menjaga jarak terhadap lawan jenis memanglah sangat penting, apalagi terhadap orang yang bukan mahram kita. Berteman dan bersahabat bole saja asal jangan terlalu intens.

Banyak pelajaran yang beberapa bulan ini dapat di petik dari berbagai pengalaman yang sedang terjadi, Cobaan dan godaan ketika kita mencoba memperbaiki diri akan banyak mengantri. Tinggal bagaimana kita menyikapi, apakah kita akan tergoda dan apakah kita akan bertahan dan tetap melanjutkannya. Jika kita sempat tergoda maka minta maaflah kepada Allah dan meninggalkannya dan kembali menuju jalan untuk memperbaiki diri. Bukan hanya cobaan cinta, namun cobaan fashion. Ketika kita mulai belajar mengenakan pakaian yang Syar'i dan dengan kerudung yang banyak, maka tak jarang ada yang akan menyindir kita dan mengatakan kita seperti emak-emak arisan atau emak emak PKK. Bahkan tak jarang mereka menyarankan kita mengenakan fashion yang lebih gaul dan modis agar di lihat lebih menarik dan gaul. Mungkin juga banyak yang menyarankan agar kita melepas dan berpakaian dengan dress yang lucu lucu dan imut serta dengan rambut yngbisa dibentuk dengan berbagai model bahkan warna rambut. Kadang semua itu membuat hati kadang sedih karena mereka sama sekali tidak mendukung kita untuk menjadi lebih baik. Bahkan banyak yang mengira kalau kita sok alim, Astaghfirullah.. Kita ini adalah makhluk ciptaan Allah yang sama sekali tak pernah luput dari dosa. Bahkan semua orang yang mengenakan Jilbab pun tak pernah berfikir jika dia sok alim dan sebagainya. Mereka hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat mereka sebagai bentuk ketaatan mereka terhadap sang Penciptanya. Maka kita semua harus saling mendoakan sebagai sesama saudara. Kita saling merangkul dan sama-sama berjalan memperbaiki diri. Karena kita hanyalah manusia biasa.




Rabu, 09 Desember 2015

RAHASIA WAKTU

Waktu memang banyak menyimpan banyak rahasia yang sulit kita tebak. Bahkan kita sendiri tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi beberapa detik yang akan datang. Sama halnya dengan kita. Kita adalah salah satu bagian dari sebuah rahasia waktu. Waktu merahasiakan  pertemuan kita dan perpisahan kita sekarang. Perpisahan yang sama sekali tak pernah terbesit dalam pikiran ini. Ketika kita semakin jauh hingga terasa asing dan tak saling peduli.

Tapi akankah waktu kembali akan mempersatukan kita menjadi sehangat dulu. Kadang rindu kembali singgah, namun seakan hati ingin menahannya. Satu ucapan yang membuat hati ini enggan kembali untuk memikirkannya. Entahlah, tapi sekarang hati mulai tak memperdulikan itu semua. Ketika hati ingin meminta maaf dan disambut dengan ucapan dan perkataan yang membuat hati terasa teriris maka langkah kaki akan mulai perlahan mundur dan berbalik arah untuk pergi menjauh.

Karena semua itu tidak akan bisa dipertahankan selamanya. Sekarang waktu memberi jawaban agar kita menjauh dan sejauh-jauhnya dan tak usah kembali. Seakan waktu berkata  ikhlaskan dan semua akan kembali seperti semula. Kembali damai kala hati belum mengenalnya dan semua itu akan kembali seperti semula seiring berjalannya waktu.


Selalu Tersenyum

Sering orang mengatakan jika aku orang yang sangat tertutup. Aku sangat jarang bercerita tentang kehidupan pribadiku terhadap seseorang meski itu orang terdekatku. Aku kadang lebih memilih untuk menyimpannya dan mengadukannya kepada Allah. Kadang aku menceritakannya jika aku memang sangat butuh solusi dan pendapat, kadang aku menceritakannya hanya kepada orang yang sangat aku percaya dan membuatku nyaman untuk bercerita dan ngobrol dengan masalahku. Aku kadang lebih memilih menyimpan air mata dan kesedihanku dihadapan banyak orang dan memilih menunjukkan tawa dan senyuman untuk menutupi itu semua. Meski terkadang itu membuat hati sakit, tapi aku tak ingin banyak orang tau tentang masalah yang sedang aku hadapi. Apalagi memasukkanya dan membuat orang itu juga merasakan kesedihan yang sedang aku alami. Banyak orang yang kadang bertanya kepadaku dan heran mengapa kamu tak pernah bersedih dan selalu tertawa. Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan candaanku.

Jauh dulu aku sering murung dan bersedih dan sering menunjukkan kesedihanku saat hati tak kuasa menahan rasa sakit yang sedang aku alami. Namun lambat laut mulai belajar dan mendapat banyak masukan dari salah satu sahabat saya. Dia banyak memberi pelajaran yang luar biasa yang perlahan membuatku mulai memperbaiki diri. Dia banyak berkata jangan suka menujukkan kesedihanmu, simpan dan curahkan semua diatas sajadahmu ketika kamu menghadapNYA karena itu semua akan membuat hatimu lebih nyaman dan membuat kesedihanmu hilang dan berkurang.

Dia juga mengajarkan agar kita memaafkan orang yang telah menyakiti kita meski bisa membalasnya. Memaafkan kesalahan orang meski orang tersebut yang yang bersalah dan tidak meminta maaf. Ikhlas dan sabar dengan apapun dengan apa yang menimpa kita.






Selasa, 08 Desember 2015

Kalimat yang membuat hati sesak

Jawaban yang berupa satu kalimat yang membuat hati terasa sesak.

"ApaApa Apa ya Apa"

Apakah kau tak pernah berfikir bagaimana rasanya mendapat jawaban seperti itu. Jika memang tidak berkatalah tidak. Tak usah seperti itu. Kini ku tau seperti apa dirimu sebenarnya. Tak salah jika aku sering bertukar pikiran terhadap salah satu sahabat dekatku dan mengatakan jika ini bukan yang terbaik. Mungkin jika Yoga masih hidup dia akan mengatakan hal yang sama. Sehingga sekarang terbukti.


Allah maha tau dan maha melindungi umatnya. Seharusnya memang tak seperti ini dan akulah yang salah. Ini salah satu teguran dari Allah untukku. Meski sakit tapi mencoba ikhlsa dan tetap tersenyum dihadapan semua orang. Tak perlu ada yang tau bagaimana aku menangis karena aku tak ingin orang mengasihaniku. Cukup ku tebarkan senyum dan tawa disaat hati terluka, mencoba membuat orang tertawa membuatku bahagia. Walau terkadang sungguh berat untuk menahan tangis dari luka dan menutupinya dengan senyuman. Yang aku yakin Allah akan mengganti semua ini dengan kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan.

Jika kita semakin jauh, mungkin ini cara Allah untuk memisahkan kita karena Allah tau kita bukanlah yang terbaik. Dan kini aku memang akan benar-benar pergi dan melupakan semua ini dan tak akan ada yang pernah aku ingat.


WAKTU




"Apapun yang terjadi dalam hidup. Life must go on. Biarlah waktu menjadi obat terbaik untuk setiap luka."

Biarlah waktu menjadi obat terbaik untuk menyembuhkan setiap luka. Mungkin Allah telah menakdirkan aku dan dia untuk tidak dekat lagi. Tapi akankah aku menerima ajakan sahabatku
 untuk mengajak aku bertaaruf dengan salah satu anak dari sahabatnya. Tapi, aku sendiri pun belum berjumpa dengannya. Apakah ini semua jalan Allah dan apakah ini semua rencana yang Allah siapkan untuk kebaikanku. Sedang ketika aku ingin menjalin komunikasi kembali dengannya, ternyata dia responnya sama sekali tidak seperti yang saya harapkan.

Semua pasti memang sudah dituliskan, mungkin perkenalanku dengan dia memang cukup sampai  disini dan tak akan mungkin berlanjut. Tapi hati masih bimbang apakah aku menerima tawaran dari tanteku.Sahabatku  memang pernah bercerita jika si Fulan adalah orang yang baik, Agamanya bagus. Tapi seakan hati ini belum yakin, bukan terhadap si Fulan tapi dengan diri ini yang masih mencoba memperbaiki diri.

Mungkin yang paling tepat melupakannya dan Memperbaiki diri agar menjadi lebih baik

Minggu, 29 November 2015

Terasa Indah

Semua terasa sangat indah ketika kita melepaskan apa saja yang telah menyesakkan dada. Selalu tebarjan senyuman kepada siapa saja meskipun kepada orang yang telah menyakiti hati kita. Maafkan dan lupakan kesalahannya, meski kita bisa membalasnya.

Iya, seakan sudah memutuskan dan benar-benar bulan untuk menjauh dari dia. Sengaja menghapus kontak bbmnya. Entahlah tapi dia sekarang bukanlah dia yang aku kenal dulu. Dia yang membuatku kagum sehingga menumbuhkan benih cinta. Namun nyatanya semua itu hanyalah dusta belaka. Kekaguman itu seakan benar-benar hilang. Aku tidak membencinya ataupun marah dan cemburu. Karena itu semua sudah menjadi keputusannya dan jalannya.  Kini saatnya menata  hati kembali yang telah kembali tergores. Tidak menyalahkan keadaan jika kita pernah mengenal dan sedekat jari telunjuk dan jari tengan meski akhirnya kita jauh bak langit dan bumi. Karena aku yakin ini sudah menjadi ketentuan Allah.

Banyak hal yang aku dapat dari ini semua, seperti yang terdapat dalam firman Allah QS Al-Baqarah 216 " Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS, Al-Baqarah : 216 )

Ketika aku mengira ia yang bagiku baik, dan nyatanya itu buruk bagiku. Hingga Allah menujukkan sesuatu yang meski membuat hati ini rapuh namun kembali bangkit karena keyakinan yang amat besar. Jika semua itu yang terbaik dan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. 

Kini tetap tersenyum seperti dulu, sebelum mengenal dia yang kini asing buatku.Terasa lebih indah jika kita selalu menebar kebaikan, senyum dan ikhlas memaafkan siapa saja.

Tangga - Cinta Tak Mungkin Berhenti





Suka banget lagu ini,

Kamis, 26 November 2015

MAHASISWA DODOL BAB 1

Kampus, mungkin sebagian orang banyak mengira adalah tempat yang paling asyik. Banyak orang yang menjadikannya sebagai isi status dalam social media seperti twitter, facebook, instragam, path atau mungkin yang lain. Contohnya saja setiap hari ada saja yang bikin update status kayak gini.
@JojoMarkojo : Asyik, hari ini ngampus gak sabar buat ikutan quis Statistik dan ketemu Dosen tercintaaahh.
@MisiMisi : Oh GOD, hari Senin! Ketemu kampus dan temen-temen yang gila lagi deh! Lalalala Yeyeyey~
@Meongkucing : Ketemu pacar di kampus jadi gak sabar.
Itu mungkin hanya sebagian yang  bagi gue gak penting banget.
            Tapi bagi gue kampus adalah musuh terbesar gue. Kampus merupakan neraka. Kampus adalah  rumah hantu yang sangat mengerikan. Lebih mengerikan dari rumah mantan. Tujuh tahun gue menimba ilmu tapi masih saja belum bisa mendapat gelar sarjana. Entah karena gue adalah mahasiswa yang terlalu pintar, apa karena terlalu cinta sama kampus gue. Hingga gue punya julukan “Mahasiswa Abadi” yang menurut gue sebuah aib dalam hidup gue.
             Bukan cuma itu nama gue Irfan Widiyanto. Nama gue juga sama seperti nama OB kampus.  Nama gue juga hampir mirip dengan mantan mahasiswa disini  yang bunuh diri. Dia bunuh diri karena di-DO dari kampus. Tidak berhenti sampai di situ. Nama gue juga sama kayak tukang gado-gado depan kampus. Wajahnya kayak marmot kepanasan. Ada tompel Segede Bundaran HI di wajah tukang gado-gado itu. Cuma ada perbedaan gue dengan dia dibalik nama gue. Nama gue Irfan Widiyanto sedang dia Irfan Widiyantob Sabeni. Sontak gue selalu jadi korban bully pas awal-awal ospek sama senior gue. Belum lagi ada orang yang ketakutan setiap ada yang nyebut nama gue. Menurut kepercaan yang menyesatka kononnya gue adalah reikarnasi dari  Irfan mahasiswa yang di DO dari kampus yang ingin balas dendam. Mungkin akan segera di bikin sinetron “ Dendam Ki Irfan “.
            Hidup gue selalu penuh dengan kesialan-kesialan yang tak berkesudahan. Salah satunya masalah cewek. Lebih parahnya gue baru aja di putusin sama Sisi. Salah satu cewek tercantik di kampus. Namun juga cewek paling berisik di kampus gue. Suatu ketika gue mau cari cewek pengganti Sisi selalu gagal dengan tamparan dan tonjokan yang membuat memar wajah gue.
Gue : Icha, elo mau gak jadi cewek gue?.
Icha : ( Senyum gak jelas ).
Gue : Kenapa kok senyum ?.
Icha : Sory Fan. Gue gak suka cowok putih dan kurus kayak elo. jadi kesannya kayak cewek banget. Gue lebih suka cowok yang hitem manis gitu soalnya gak bakal bosenin.
 Gue : ( garuk – garuk tembok sambil nyanyi butiran debu ).
Icha : Dan satu lagi gue gak suka sama cowok berkupluk. Kesannya kayak pacaran saama orang yang kutuan ( Pergi ninggalin gue tanpa perasaan, gue nangis-nangis sambil garuk-garuk tanah).
            Semenjak penolakan cinta Icha. Kesialan gue semakin bertambah. Salah satunya gue makin di jadiin objek bullying seisi kampus. Rasanya pengen gue telen hidup-hidup dan gue jadiin sushi.
            “ Eh, udah pada denger gossip ga? Si Irfan widiyanto itu di tolak sama sisi ?” tanya Thea.
            “Irfan yang demen pakek Kupluk. Iya sih dia ganteng, sayangnya dia itu sengklek. Buktinya nyampe belum lulus-lulus udah tua gitu mana ada cewek yang mau sama dia,”  jawab Rita tanpa beban bahkan tidak perduliin kalau gue lagi ada disampingnya.
            GUE ORANGNYA WOY YANG ELO OMONGIN gue teriak dalam hati dan rasanya ingin gue tempelin wajah gue di mukanya biar dia tau kalau gue ada di sampingnya.
***
            Di suatu Sore gue duduk di salah satu atas pohon (bukan pucuk daun teh ). Gue hanya bisa memandang langit yang tampak cerah. Hati gue mendung rasanya gue pengen nangis sambil guling – guling di atas pasir.
            “Tuhan gak adil banget kenapa gue harus punya nasib apes kaya gini,“ gue memetik satu persatu daun-daun dideket gue kemudian. Gue lempar sesuka hati gue gak peduli kena siapa pun asal jangan kena Pak Agra. Dosen mata kuliah statistic yang seremnya ngalahin Venosa si raja Vampire ( efek karena keseringan nonton sinetron ).
            Pikiran gue memang benar – benar melayang entah kemana. Gue sendiri juga gak ngerti mungkin otak gue yang sedikit gesrek ini sedang bosan tinggal di dalam kepala gue. Sepertinya otak gue pengen berimigrasi kekepala Alberth enstain biar mempunyai tuan rumah yang jenius gak seperti gue yang sedikit loading lama. Mungkin jika ibarat kata sih otak gue Pentium satu.
            “Woy Fan turun elo, di cariin tuh Pak Bambang,“ terdengar suara yang tak asing bagi gue. siapa lagi kalau bukan suara Adit salah satu temen gue.  Kita satu fakultas dan teman sekelas ya walau gue lebih tua dari dia tiga tahun ( Stop mikir umur gue terlalu tua ).
           
            “Tumben Pak Bambang cariin gue. Kangen apa dia sama gue apa mau ngejodohin gue sama Laura yang jutek dan galaknya sampai-sampai bikin gue ngellus dada.”
            “Pede banget elu Fan. Mana mau Laura sama elu. Elu tau kan elu dan Laura udah kaya langit dan bumi. Minyak dan air gak akan pernah bisa bersatu. Laura pinter dan juga salah satu Asdos sedang elu apa elu terlalu pinter buat Laura.“  gue sedikit tertawa karena Adit muji gue. Mungkin dia arus gue kasih goceng karena ini rekor pertama dan satu-satunya orang yang bilang kalau gue pinter.
            “Makasih ya Dit. Gue sangat terharu, akhirnnya ada juga yang mengakui kalau gue itu pinter,” ucap gue dengan nada terharu dan senyum penuh kebanggaan bak juara lomba makan krupuk.
            “Gue kan belum selesai kali Fan, jangan seneng dulu ngapa. Maksud gue elu terlalu pinter. Buktinya sangking pinternya sehingga membuat elu betah dan gak lulus-lulus,”Lanjutnya dengan diiringi tawa yang menggelegar.
            DEEGGG. Jantung gue serasa copot dan terlempar jauh keinjek truk gandeng.
            Hati gue hancur, ingin gue teriak dan mencari golok mana golok !!. Golok mana Golok !!. Tapi itulah resiko dari mahasiswa yang otaknya setengah giga. Mungkin hanya menyangkut secuil biji semangka dari pelajaran yang berhasil gue tangkep dengan cantik. Tapi bukan seperti chibi-chibi catet itu kalau perlu catet yang gedhe terus temple di jidat kalian yang udah kayak lapangan futsal.
            “Buruan Fan, penting tau kalau gak elu bakal di DO dari kampus,” Adit narik- narik tas gue kebawah.
            DEEEGGGG JEDAARRR JEDAARRRRR GLUDUK GLUDUK POOKK
            Jantung gue serasa berhenti mendadak dan seperti disambar petir disiang bolong. Mataharinya udah kayak di ubun – ubun gue.
            “Ah mana mungkin gue gak pernah ngelakuin kesalahan. Mentok – mentoknya gue paling molor didalam kelas sambil ngupil ataupun ngorok ,“ jawab gue santai.
            Salah satu kebiasaan gue memang suka banget ngupil. Mungkin itu adalah turunan dari bokap gue yang demen banget ngupil meski jorok tapi ya begitulah gak usah dijelasin pasti kalian sudah tau sendiri.
            “Ya udah gue balik dulu Fan. Gue mau kencan sama cewek baru gue, biasa anak maba ( mahasiswa baru ) yang cantiknya udah kayak Prilly Latuconsina itu,“ Adit cabut gitu aja tanpa perrduliin hati gue yang udah kayak dicakar- cakar pussy kucing peliaraan gue.
            Betapa malang nasibku. ketika di ancam DO. Hancur oh hancur. Oh Tuhan tolonglah aku dari ancaman itu. Oh no oh no.
            Seketika gue sadar dan langsung mengehentikan suara nyanyian gue. Suara gue udah melebihi kaleng-kaleng rombeng disawah untuk ngusir burung – burung liar  sebelum gue kena lempar batu karena dikira pengamen stress.
                                                            ***
            Sebenarnya dalam hati, gue sama sekali tak tertarik dalam bidang akuntansi ataupun dengan perkuliahan. Kuliah bagi gue gak penting – penting amat cuma ngabisin duit aja dan waktu gue untuk bermain game dan juga latihan gue futsal. Kenapa gue bisa bilang begitu, lihat saja banyak sarjana-sarjana muda yang pada jadi pengacara (pengangguran banyak acara ).
            “Fan, kenapa sih elu gak kuliah bener-bener padahal susah payah loh orang tua elu ngebiyayain elu sekolah sampai sekarang. Tujuh tahun masak belum lulus-lulus,“ tanya kipli heran.
            Itu salah satu pertanyaan yang masih gue inget diotak gue, pas si kipli ngasih pertanyaan ke gue yang gue sendiri males untuk ngejawabnya.
            “Ya karena gue gak suka kuliah. Otak gue gak nyampe dan catet aja gue gak minat jadi seorang akuntan. Akuntan itu ribet ketemunya angka mulu. Bikin gue enek dan bosen, “ jawab gue ketus dan langsung ninggalin kipli begitu aja dengan mulut yang nganga udah kaya mau gue sumpel tuh mulut yang lebarnya ngalahin sungai amazon.
            Gue lebih suka ngabisin waktu gue untuk main game atau main futsal dan satu lagi fotografer. Model gue gak itung – itung dari yang local maupun dari luar negeri. Gue special fotogarfer prewedding. Preweding anjing dan kucing misalnya.
            “Fan elu ada masalah apa kok tiba-tiba pak Bambang cariin elu ? gue tau elu pasti mau di DO,“ Markus ketawa kenceng banget udah kaya ketawanya nenek lampir yang bikin gue merinding.
            Gue hanya diem lugu tanpa ekspresi muka apapun. Gue masang muka datar. Pandangan mata yang sayu. Gue perlahan mendekat dirinya yang masih belum bisa menghentikan tawanya. Dengan kekuatan cinta eh salah maksud gue dengan kekuatan penuh aniaya gue langsung meraih saku tangan yang gue selipin dikantong gue dan langsung gue sumpel di mulutnya yang udah mangap-mangap begitu.
            “Diem lo !!! elo pikir elu ketawa-tawa begitu lucu!!!LUCU GAK !!!.
            Muka markus udah kelihatan merah. Mukanya udah kayak kepiting rebus yang udah siap disantap.
            “Elu berani sama gue hah,” Markus mendekatkan mulutnya kehidung gue dan narik kerah gue dengan kedua tangannya yang seperti tangan gajah (tunggu emang gajah punya tangan).
            Gue serasa pengen pingsan seketika. Mungkin kata bang Aron bunuh Hayati bang dirawa-rawa. Aroma bau mulutnya yang nusuk hidung gue membuat gue seperti ingin guling-guling diatas kembang tujuh rupa.
            “Mulut  elu bau banget bro, udah berapa lama elu gak gosok gigi, “ gue nyengir aja sambil berusaha ngelepasin tangannya yang udah hampir nyekek gue.
            “Dua minggu gue gak gosok gigi emang bau ya. Habis makan semur jengkol ama pete tadi gue,“ lirihnya pelan sambil mencium bau nafasnya sendiri.
            BRRRUUUAKKKKK dan akhirnya markus tumbang. Terbius bau nafasnya yang udah ngalahin bau bangkai  komodo.
                                                            ***
            Ruangan pak Bambang udah terlihat didepan mata gue. Tubuh gue mendadak  panas dingin. Udah kaya mau masuk ke tempat uji nyali aja yang penuh dengan hantu-hantu yang siap memangsa gue .
            “mau diapain gue nih sama pak bambang, haduh jadi parno gini gue jadinya.”
            “mau ngapain elu berdiri disini? mau jadi patung selamat datang.”
            “Eh ada Laura, gimana kabarnya ra,” gue sok kenal dan sok akrab aja sama makhluk ini. Berusaha menyambutnya dengan senyuman terganteng gue.
            “ngapain elu sok tanya kabar gue. Menurut elu gue bakal klepek-klepek gitu sama elu, gak bakal !!! minggir minggir,“ jawab Laura ketus udah kayak mau nelen gue aja tuh orang.
            Laura emang gadis cantik, smart dan pasti pinter juga. Laura juga menjadi salah satu asdos beberapa dosen di kampus. Tapi masalahnya galaknya sumpah dah udah bikin gue ngelus dada. Ampun ampunan deh mungkin perlu di kasih rekor muri untuk cewek tergalak di kampus ini.
            TOOOKKK TOKKKK
            Gue memberanikan diri dengan sepenuh jiwa dan raga gue untuk menemui pak Bambang.
            “Masuk.“
            Gue mencoba membuka pintu didepan gue KRREEEEEKKK dan jeder seperti dugaan gue pak Bambang sudah duduk dengan muka orang kelaparan dan mau nyantap gue sebagai menu makan siangnya.
            “Silahkan duduk  Irfan.”
            “Iya pak,“  jawab gue dengan lembut dan gue duduk didepannya. Tanpa berani mandang wajah pak Bambang yang terlihat udah gak sabar nelen gue.
            “Saudara Irfan, anda pasti bingung kenapa saya panggil kesini.”
            “Iya pak,“ gue hanya ngangguk dengan muka polos gue yang udah kaya bayi yang baru lahir.
            “Saya hanya mewakili beberapa dosen saja. Saya prihatin semua dengan nilai-nilai mata kuliah kamu. Semua nilai buruk dan sangat memprihatinkan. Kamu juga sangat sering sekali mengulang beberapa mata kuliah setiap ujian.” Gue kembali mengangguk tanpa ada jawaban yang keluar dari mulut gue, ” untuk ujian semester depan saya harap kamu bisa lulus. Jika tidak dengan terpaksa dengan kesepakatan semua kamu akan di DO .“
            Jantung gue kaya copot udah kaya mau gue lempar aja ke sampah. Gue hanya bisa bengong, diam tanpa kata. Tuhan sepertinya ngasih cobaan tiada henti dari putus sama cewek gue. Sekarang hidup dengan ancaman DO. Hidup gue terasa sangat apes apes dan apes banget kaya harus diruwat gue.
            “Ini surat untuk orang tua kamu dan tolong disampaikan dengan segera,“ gue langsung nerima amplop yang berisi surat peringatan dari kampus.
            “Iya pak. Terimakasih pak, saya pamit ya pak,” gue berranjak dari kursi kesakitan gue dengan langkah yang tiada ada tenaga sama sekali.
                                                            ***
            Sore ini tak seindah sore kemarin. Tiada semangat untuk motret atau main game. Gue hanya mengalungkan kamera DSRL gue dengan pikiran kosong dan mandang langit jingga. Gue benar-benar seperti orang yang tersingkirkan didunia ini ancaman DO. Sebenarnya tak masalah dengan itu semua, tapi satu yang gue pegang gue gak mau orang tua gue kecewa sama gue. Jika gue kena DO pasti hancur perasaannya ( langsung nyanyi sakitnya tuh disini lengkap dengan goyang dumangnya).
            “Gue harus ngomong apa sama bokap gue nih,” lirih gue pelas sambil membolah-balikkan amplop yang ada di tangan gue.
            Gue duduk nangkring diatas pohon disalah sudut taman Catelya. Pikiran gue kali ini lagi bener-bener kacau. Kalau gue lagi kacau gini biasanya emang paling enak nangkring diatas pohon, nikmati semilirnya angin dari atas pohon.
            Mata gue tiba-tiba tertuju pada seorang cewek yang gak asing buat gue. Cewek manis mengenakan dress warna cream. Cewek dengn rambut panjang yang terurai indah dengan bando yang menghiasi rambutnya .
            “Sisi, ngapain dia kesini,“ gue bertanya-tanya dalam hati. “ Eh itu ngapain Rio nyamperin Sisi,“ gue makin penasaran.
            Gue hanya bisa bertanya dalam hati tentang hubungan Sisi dengan Rio. Cowok paling songong dan sok cool di kampus. Padahal kalau di bandingkan sama gue jelas – jelas gantengan gue kemana-mana. Cuma dia mahasiswa smart sedang gue pasti kalian tau sendiri lah.
            Hati gue yang tercabik-cabik. Gue kali ini bener – bener udah kaya mau teriak keceng banget. Tapi cuma gue takut takut di bilang gila dan akhirnya dibawa ke Grogol. Jadi begini nih nasib cowok kalau diputusin cewek yang masih kita sayang. Sakit banget bro. Sakitnya tuh di sini (nunjuk mata ) efek kebanyakan dan terlalu sering nangis.
Double Wave: Gue : Si , kamu harus tanggung jawab atas apa yang elu lakuin
Sisi : Tanggung jawab apa, gue kan gak ngelakuin kesalahan apa-apa. (sisi masang muka bingung)
Gue :Ya harus tanggung jawab, karena elu telah mencuri hati gue, sehingga membuat gue tergila-gila sama elu.
Sisi : (masang muka merah dan tersenyum malu ) ah Irfan bisa aja
            Sisi memang cewek cantik. Popular di kampus, semua cowok ngejar-ngejar dia. Namun hanya gue yang bisa nahklukin hati dia. Rayuan maut gue yang bikin dia klepek klepek sampai-sampai terbang kepohon talas.






Rounded Rectangle: Pas lagi nemenin belanja di mall 
Sisi : Sayang, aku cocok gak kalu pakai baju ini
Gue : Iya cocok sayang, kamu kelihatan cantik
Sisi :Jadi selama ini aku gak cantik gitu (Suara rombengnya keluar )
Gue : Bukan begitu sayang , kamu jadi kelihatan lebih kurus saja.
Sisi :JADI SELAMA INI GUE GENDUT !!!! (Suaranya makin kenceng) elu mah jadi cowok gak ada muji-mujinya sama sekali.
Gue : ( Diem dan sejenak berfikir,  gue sepertinya serba salah,muji salah ngomong jujur salah, cewek memang aneh)
Itu hanya sepenggal rayuan gombal gue yang bikin hatinya meleleh. Tapi satu hal yang terkadang membuat gue ilfil sama sisi. Suaranya yang kadang-kadang udah kaya petir dan kaleng rombeng pas lagi marah sama gue.








Makanya gue selalu membawa earphone. Hanya buat sekedar jaga-jaga kalau sewaktu-waktu penyakitnya kambuh. Gue bisa cepet-cepet hidupin music favorit gue.
            Ketika perasaan gue udah keaduk-aduk dan bercampur-campur seperti adonan bakwan. Gue mutusin untuk ninggalin taman catelya. Karena gue harus nyelesaiin masalah gue yang jauh lebih penting dari urusan CINTA.  Masa depan gue lebih berarti ketimbang urusan cinta gue yang sudah gak jelas.
            Gue sebenarnya gak tau harus ngomong gimana sama bokap gue nanti. Gue udah bayangin hal terburuk yang akan gue terima dari bokap gue. Antara gue akan diusir dari rumah apa gak dianggap anak lagi (Tapi bokap gue gak sesadis itu sih ). Dan yang pasti uang jajan gue akan dipotong. Mungkin gue gak akan mungkin di ijinin nekunin hobi gue lagi. Namun gue harus berusaha menjadi lebih dewasa.  Gue harus bertanggung jawab atas apa yang gue lakukan selama kuliah ini.
                                                            ***
            Jantung gue udah muali gak karuan pas gue mulai memasuki ruamh gue. Seperti gue akan masuk ke rumah mantan gue. Gue clingak clinguk mencari kehadiran bokap gue yang belum nongol batang giginya maksud gue batang hidungnya.
            “Alhamdulillah. Bokap belum dateng, jadi gue bisa nafas sebentar sebelum kena omelan dari sang bokap,” gue ngelus dada sambil cengar-cengir kemudian jogged – jogged ala-ala boyband dikombinasi sama tarian india.
            “Irfan.”
            Gue yang lagi asyik-asyik jogged tiba-tiba dikagetkan dengan sebuah suara yang sangat mengerikan. Membuat jantung gue berhenti brrdetak. Gue memberanikan diri untuk menengok dan berharap itu bukan sebuah penampakan.
            “Eh, Papa ,“
            “Ngapain kamu joget-joget udah kayak orang gila saja.”
            “Enggak pa, Irfan  Cuma lagi pengen joget-joget saja hehehehe.”
            “Nanti papa pengen bicara sama kamu setelah makan malam.”
            “Sekarang aja  pa, emang ada apa.”
            “Udah gak usah kepo sama papa, nanti juga tau.”
            Papa ninggalin gue gitu aja. Bokap gue berhasil membuat kekepoan gue menjadi stadium tingkat empat. Mungkin harus sesegera mungkin diobati. Tapi bukan dengan kemoterapi yang bisa bikin kepala gue botak kayak lapangan bola. Sementara  gue harus menahan kekepoan gue yang terus menerus menghantui gue dan harus membuanngnya sesegara mungkin dan sejauh mungkin.
            Pikiran gue udah macem-macem. Sampai-sampai gue  berfikir kalau bokap gue pasti sudah tau tentang nasib gue dikampus. Nasib anaknya  yang berada ada di ujung kulon eh maaf maksudnya ujung tanduk, dan gue satu-satunya yang bisa nyelamatin nasib gue, antara di DO apa lulus ujian.
            Mungkin kalau gue disuruh milih antara fakultas Akuntansi apa fakultas apa satra. Mungkin dengan tanpa pikir panjang gue akan milih sastra. Terus jika disuruh milih lagi antara karir apa kuliah tanpa pikir panjang gue akan milih karir.
            DRREETTT DREEETTTTT
            Ponsel Samsung  gue bergetar, pertanda ada pesan masuk. Dan dilayar ponsel gue sudah tertera nama KIPLI.
Kipli
Fan, gue turut berduka cita ya atas kesialan elu yang makin hari makin bertambah. Kali ini kesialan elu bertambah dengan jadiannya Sisi dengan Rio.
Gue
Gue gak perduli dengan kesialan itu, yang lagi gue pikirin adalah kesialan gue yang akan di DO jika gue gak lulus ujian nanti, itu lebih ngeriin
Kipli
Selamat berjuang bro,  meski gue tau itu sangat berat buat elu.

             
 
 






Mungkin kali ini Kipli yang paling ngerti kemampuan gue. Kipli mungkin saat ini lebih cocok untuk di jadikan seorang kekasih. Namun sayang Kipli hanyalah seorang kipli yang notabennya dari orok adalah seorang cowok.
            Rasasnya gue ingin sekali banting ponsel gue. Setelah dapet sms dari Kipli yang berhasil membuat gue galau tingakat dewa. Meski gue berhasil nutupin semuanya dengan muka cool gue tapi sebenarnya gue rapuh. Gue nangis bombay dan gue hanya bisa diam dikamar kunci pintu dan nangis tanpa ada suara.
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi,
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tau arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu,

Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku dengannya
Hilangkanlah ingatanku
Jika itu tentang dia

            Itu mungkin hanya sebagian lagu yang mewakili perasaan gue yang galaunya udah tingkat akhir. Gue yang berhasil nangis dan mata gue yang udah bengkak kaya kaki gajah ditemani lagu-lagu galau yang menguras energy. Kegantengan gue yang mulai melemah.




Flowchart: Punched Tape:  
 Cowok itu juga termasuk manusia lemah dan cengeng. Cuma kalian para cewek gak tau aja kelakuan mereka didalam kamar setelah putus sama ceweknya yang sok gak peduli dan seneng. Padahal pas udah sampai dalam rumah nangisnya ngalahin cewek aja,coba lihat kalau gak percaya.

a cek aja kalau gak percaya.

 





            Gue yang hanyut akan lagu-lagu galau yang memenuhi kamar gue. Tanpa sadar air mata gue udah seember. Tissue berserakan kemana-mana prĂ©cis kaya tempat pembuangan tissue kamar gue. Nasib memang nasib tak bisa dipungkliri diri gue yang selalu sial dalam asmara dan soal pendidikan. Mungkin gue harus bener-bener di ruat.
            Kamar gue masih dipenuhi dengan foto-foto alay gue dengan sisi sewaktu kita berdua pacaran. Gue  harus segera gue basmi semuanya, supaya tingkat kegalauan gue menurun menjadi 0,000005 persen dari 100 persen. Mungkin itu sangat gak mungkin tapi apa salahnya kalau kita mencoba.
                                                                        ***
           
            Terkadang cinta memang tak seindah yang kita bayangkan. Meski banyak cewek yang mengelilingi kita, namun apa daya ketika salah satu sudah masuk terlalu dalam dan menghancurkan mimpi kita seketika itu juga. Langit serasa runtuh menimpa kita. Menciptakan  kegalauan-kegalauan yang hanya membuat kita terpuruk.
            Gue inget betul gimana masa-masa indah gue dengan sisi. Meski mulutnya udah kaya mulut mercon, tapi sifat perdulinya sama gue yang membuat hati gue meleleh. Kita selalu menghabiskan waktu bersama. Tak jarang dia menjadi model objek gue. Meski dia satu-satunya model manusia namun itu menjadi kebanggaan buat hidup gue.
                                                                      


Hexagon: Gue  : Sayang kamu mau lihat gak hasil foto aku.
Sisi : mana coba, pasti keren deh (ngecek hasil kamera gue dan tersenyum simpul) bagus kok.
Gue :Beneran? kamu tau gak? kamu objek manusia yang pertama yang gue jadiin model.
Sisi : emang biasanya objek kamu apa (muka penasasaran dan garuk-garuk rambut)
Gue : Anjing (nyengir)
Sisi : (diem, diemnya lama banget kemudian kejang-kejang)
         
   

9
 








                                                                                                                                         



      Meski bikin dia panik toh akhirnya dia nyemangati gue untuk terus jadi orang sukses. Meski selalu aja ada masalah yang masuk dalam duri pacaran gue. Siapa lagi kalau bukan Rio anak hukum. Gayanya udah kaya pengacara terkenal yang sudah berhasil merebut perhatian Sisi dalam hidup gue. Sampai akhirnya Sisi mutusin gue dengan alasan yang bikin gue nyesek banget.
                                                                                                                                         
     Sisi : Gue mau ngomong sama elu.
    Gue : ada apa sayang? Kamu kok kayak serius banget udah kayak mau ngerjain soal UAS aja.
    Sisi  : Maaf ya Fan  kita putus. Kamu terlalu baik sama gue. Gue gak pantes sama elu.
   Gue : (bengong dan kayak gak percaya sampai-sampai gue cubit pipi gue) gue salah apa Si  sama elu.
Sisi : Elu gak salah apa-apa kok. Elu terlalu baik aja sama gue. Gue orangnya gak pantes buat cowok sebaik elu. Apalagi suara gue yang udah kayak kaleng rombeng. Semoga elu bahagia ya(ninggalin gue gitu aja tanpa ngerti perasaan gue).
Gue : (what!! Terlalu baik. Kenapa gue diputusin apa perlu gue jadi orang jahat, apa perlu gue jadi Begal biar enggal elu putusin).
   
       Gue terkadang heran sama orang didunia ini. Putus dengan alasan terlalu baik. Apa salah jadi orang baik kok sampai-sampai diputusin. Apa gue harus berubah menjadi orang jahat biar gak diputusin. Cewek memang aneh pengen selalu dimengerti tapi cowok kan juga pengen dipahami. Bener-bener ya nasib dan jalan hidup gue itu selalu CERIA ( cerita penuh air mata ). Kenapa nasib gue selalu sial dan apes. Tapi Irfan tak akan menyerah Irfan tetaplah irfan. Irfan tak akan menyerah menjadi orang sukses dan terhindar dari keapesan-keapesan didunia ini MERDEKA!!!.