Sabtu, 26 Desember 2015

RINDU

Hai Rindu..
Masih enggankah kau beranjak dari tempatmu..
Aku sungguh tak ingin mengenalmu lagi..
Bahkan pintu ini serasa tertutup rapat hingga tak ada celah untuk kau memasukinya..
Jangan kau berdiri dan hanya menungguku untuk membukanya kembali..
Aku sungguh tak ingin mengenalnya lagi..
Cukup waktu itu aku merasakannya hingga kau balas dengan serpian luka..
Rindu,,
Tak sadarkah kau jika luka itu belum sepenuhnya sembuh..
Hati ini berusaha merangkai serpihan serpihan yang telah kau hancurkan..
Kau sama sekali tak perduli akan hal itu..
Kau pergi dan kembali sesuka hatimu..
Namun pintu ini sudah tak mungkin ku membukanya kembali untukmu..
Pergilah dari tempatmu..
Hati ini tak ingin merasakan luka kembali
Hati ini ingin menciptakan kebahagiaan tanpa hadirnya rasa itu..
Rindu,,
Aku sama sekali tak ingin merasakan sakit itu kembali.
Terlalu lelah air mata ini keluar karnamu..
Tak pernah kau menciptakan tawa untukku..
Mengapa kau selalu menciptakan tangis dan membuat luka itu..
Tak bosankah kau melakukannya..
Rindu,,
Pergilah sejauhnya aku tak ingin merasakannya kembali..

Merasakan kembali apa yang pernah kau beri untuk hati..
Pergilah dan jangan kau kembali jika hanya untuk menciptakan kembali luka 

Selasa, 22 Desember 2015

Luka Hati Naya

Naya terlihat masih duduk terdiam disalah satu taman catelya. Matanya masih sembab. Hatinya terasa kecewa saat ia bermaksud menjalin komunikasi kembali dengan Niko. Naya hanya ingin minta maaf dan sadar dengan apa yang dia lakukan salah. Namun Niko tak menggubrisnya. Disaat kesedihan singgah hingga membuka luka lama Naya,  Reno datang menghiburnya.
"Hai Nay,  kamu kenapa sedih? Apa yamsebenarnya terjadi? Adakah orang yang menyakitimu?" Reno terlihat menatap tajam Naya dengan penu kekhawatiran.
Naya tersenyum menyembunyikan air mata yang telah ditumpahkannya. Namun seakan Reno bisa melihat apa yang disembunyikan dari Naya.
"Kamu tidak perlu membohongiku Nay, kamu nangis kan Nay?" Reno kembali melontarkan pertanyaan dengan wajah yang cemas.
"Reno, aku tidak menangis. Aku baik-baik saja" Naya menjawab dengan wajah srumingahnya.
Naya memang tidak bisa menyembunyikan kesedihananya dari Reno. Namun kali ini Naya tak ingin membuat Reno kembali cemas dengan keadaanya. Naya sadar Reno begitu baik padanya dan peduli. Meski Reno kadang membuat dirinya jengkel karena tingah  jahilnya. Namun disisi lain Reno sangat peduli akan Naya. Maka Naya tak ingin membuat Reno kecewa jika Reno mengetahui hatinya sedang memikirkan orang lain.
Naya dan Reno memang dekat. Kedekatan mereka memang tak lama. Reno dan Niko tak sengaja bertemu saat Marisa mengajak Reno main kerumahnya. Kedekatan mereka berlangsung dengan cepat. Memiliki kekonyolan yang sama membuat mereka cepat nyambung dan nyaman berteman.
"Nay, aku sayang sama kamu" Ucap Reno lirih sembari menatap wajah Naya.
Naya hanya diam. Naya tak tau apa yang harus dia jawab atas pertanyaan Reno. Hati Naya seakan masih tersimpan seseorang yang kini mulai acuh padanya. Namun Naya juga tak ingin mengecewakan hati Reno. Naya tau bagaimana rasanya dibuat kecewa oleh seseorang. Naya memantapkan hatinya sembari tersenyum kepada Reno.
"Iya Reno, aku juga sayang sama kamu" Jawab Naya dengan senyum lebarnya.
Naya berharap memang inillah keputusan yang paling baik yang memang harus diambilnya. Reno orang yang baik. Bahkan Reno selalu ada dan siap menghiburnya. Meski kadang Reno masih diselimuti dengan sifak emosinya yang mmasih belum bisa dia kontrol.
Mungkin inilah saatnya Naya mengobati luka hatinya dengan membuka hati untuk Reno. Toh Niko sudah tak mau menjalin komunikasi dengannya. Mungkin malam tadi itulah komunikasi terakhirnya dengan Niko. Mungkin Niko sudah mempunya hidup yang baru yang memang Naya tak seharusnya da didalamnya.
"Nay, aku harap kamu tidak membohongiku soal ini. Aku harap itu semua dari hatimu. Tidak karena kamu ingin melupakan seseorang dan menjadikanku sebagai pelampiasnan kekecewaanmu." Reno memangdang langit dengan penuh bintang.
"Enggak Reno, aku tak mungkin membuat orang kecewa. Karena aku tau bagaimana rasanya jika hati dibuat kecewa."Jawab Naya ditemanu senyumnya yang khas.
"Nay, kamu itu wanita yang berarti buatku. Aku tak ingin kamu bersedih. Bahkan sampai ada sedikit air mata yang keluar dari mata indahmu. Aku tak akan memaafkan dirimu sendiri."Reno kembali memandang Naya yang terlihat asyik memandang bulan dengan senyum yang selalu tersunggung diwajah indahnya.
Naya tau apakah ini jalan Allah dan jawaban dari pertanyaanya. Meski Naya sudah memulai komusikasi dengan Niko. Tapi Niko sudah bersifat dingin terhadapnya. Naya tau sekarang ada sosok yang meuali mengobati hatinya dengan kekonyolannya dan dengan keisengannya. Namun dalam hati Naya berharap Niko bisa bersifat hangat kembali dengannya.
Naya memang sangat merindukan sosok Niko kembali dalam kehidupannya. Namun semuanya meamng tak akan bisa kembali seperti dulu. Niko pun sudah tak menganggap Naya ada dalam hidupnya. Bahkan sudah menghapus semuanya. Meski berulang kali memang sering terjadi kesalh pahaman Nay dengan Niko hingga membuat Naya sering menyimpulan apa yang tidak sebenarnya terjadi. Namun hati Naya seakan mengatakan itu memang yang terjadi. Hati Naya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jika Niko selama ini hanya mempermainkan hatinya. Memang Naya yang salah dalam hal ini. Naya seakan masuk kedalam rasa yang tak seharusnya dia rasakan. Harusnya Naya hanya merasakan kekaguman. Namun hingga semua itu masuk dan menciptakan kecewa dan luka dalam hati Naya.

Kehadiran Reno sedikit merubah segalanya. Reno yang sedikit punya emosi yang sulit dia kontrol namun dibalik itu semua dia memiliki sifat yang lembut yang bisa membuat Naya kembali tertawa. Melupakan sejenak kisahnya dengan Niko yang berakhir seperti orang asing.
Namun akankah Naya dapat melupakan semuanya tentang Niko?
##Bersambung




Sabtu, 19 Desember 2015

GELISAH

Pernahkan kamu mersa gelisah? hati sama seklai tak merasa tenang. Apakah yang akan kita lakukan agar hati kembali tak gelisah?
Gelisah merupakah salah astu jenis penyakit yangsering menyerang pertahanan hati, banyak orang telah terserang baik orang tua maupun generasi muda.

Gelisah merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya karea mampu memberikan efek negatif dalam kehidupan sseorang. KArena tak jarang seseorang terjerumus kepada tindakan yang buruk sebagai pelarannya. Misalkan miras, narkoba dan sebagainya. Jadi penyakit hati ini dapat menyeret kita ke dalam kehidupannegatif, minimal akan menurunkan atau menghilangkan prestasi seseorang dan lebih parahnya akan melemparbya ke lembah maksiat dan dosa.
 Gelisah, memang penyakit hati yang sering menyerang hati manusia dan sangat berbahaya namun banyak orang yang tidak mempertimabangkan efek bahaya tersebut.  

Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.

Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Dalam ayat di atas, Allah swt telah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa “… hanya dengan mengingat Allah swt-lah maka hati akan menjadi tenteram”. Maka tidak ada lagi penawar dan penangkal yang lebih baik dan lebih barakah lagi selain dengan cara mengingat Allah swt. Lalu, bagaimanakah yang dimaksud dengan mengingat Allah swt tersebut?

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengingat Allah swt, misalnya berdzikir, sholat, mempelajari dan membaca Al Quran serta mengamalkannya, senantiasa bersyukur kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt, dan perbanyak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terdapat di alam semesta maupun fakta sejarah.
1. Dzikrullah (dzikir kepada Allah swt)

Dzikir kepada Allah swt merupakan salah satu cara yang sangat ampuh agar selalu mengingatkan kita kepada Allah swt. Kenapa demikian? Karena, dzikir dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun (kecuali ketika tengah berada di dalam toilet atau sedang buang air), serta oleh siapapun (tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, sedang berhadats maupun dalam keadaan suci).

Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.

Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.

Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas (kecuali pada saat buang air atau sedang berada di dalam toilet), ketika berbaring, duduk, maupun berdiri.

“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.
2. Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.


3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran

“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”, itulah janji Allah swt kepada hamba-Nya senantiasa mengistiqomahkan diri mereka untuk selalu membaca, mempelajari, dan merenungi ayat-ayat Al Quran secara terus-menerus.

Di sinilah, salah satu nilai pentingnya mengamalkan dan membaca Al Quran secara kontinyu. Karena, Al Quran merupakan kitab yang berisikan kalimat-kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah swt yang telah diturunkan di bulan yang penuh dengan barakah, bulan Ramadahan, maka tidak heran dan tidak perlu lagi untuk diragukan bahwa Al Quran akan menjadi penenang hati-hati yang membacanya, bahkan bagi para pendengarnya, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.
4. Bersyukur Kepada Allah swt

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)

Kedua ayat di atas telah memberikan gambaran mengenai peranan rasa syukur kepada Allah swt. Pada QS. Ibrahim: 7, Allah swt telah mengatakan bahwa Allah swt akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur atas segala yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. Dan Allah swt akan mengazab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah swt (tidak mau bersyukur) dengan azab yang sangat pedih.

Dan pada QS. An Nahl : 112, Allah swt telah memberikan gambaran kepada kita mengenai nasib orang-orang yang tidak mau bersykur atau ingkar kepada Allah swt. Allah telah mengazab mereka dengan kelaparan dan ketakutan.

Dari gambaran kedua ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih. Pada surah An Nahl : 113, Allah swt telah mengazab orang-orang semacam ini dengan kelaparan dan ketakutan.

Kalau seseorang telah mendapat azab dari Allah swt, baik berupa kelaparan, kehausan, kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau azab dalam bentuk apapun, maka mustahil bagi mereka untuk merasakan ketenangan dalam hidupnya.
5. Yakinlah akan pertolongan Allah swt

“Masalah”… Ya, “masalah”, itulah yang menjadi pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa seseorang. Banyak sekali manusia, bahkan mungkin hampir setiap manusia akan merasakan penyakit gelisah ini manakala dihadapkan pada suatu permasalahan. Rasa takut terhadap berbagai masalah yang menimpanya. Takut tidak dapat menyelesaikannya. Takut tidak ada yang akan menolongnya keluar dari masalah tersebut.

Di sinilah, hendaknya kita mulai untuk yakin kepada Allah swt. Ya, sebagai seorang muslim hendaknya kita mulai menanamkan secara mendalam di dalam jiwa kita bahwa Allah swt adalah satu-satunya pemberi petunjuk dan pertolongan yang terbaik bagi umat-Nya. Dan satu hal lagi yang wajib kita yakini adalah bahwa pertolongan Allah swt itu dekat kepada umat-Nya.

Dengan meyakini bahwa pertolongan Allah swt itu dekat, maka kegelisahan pun niscaya akan hilang. Karena kita tahu dan yakin bahwa Allah swt pasti akan menolong hamba-Nya yang membutuhkan.

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)

“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).
6. Merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt

Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan gelisah dan memperoleh ketenangan batin adalah dengan jalan selalu merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Allah swt telah menciptakan alam ini dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa. Dan di sanalah terdapat beraneka tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenungkannya. Di sana ada siang dan malam yang terus silih-berganti dengan waktu yang tetap, siapa yang memberikan jadwal? Di sana ada planet-planet yang beredar di garis edarnya masing-masing dan tidak pernah berenturan ataupun berebutan, siapa yang mengaturnya? Di sana ada langit yang luas luar biasa mengambang tanpa penyanggah, siapa yang menopangnya? Di sana ada buah duriann matang yang manis rasanya, siapa yang menaburinya dengan gula? Di sana ada buah kelapa muda yang jika dibelah ada airnya yang sangat segar, siapa yang menuangkannya? Berikut firman Allah swt di dalam Al Quran:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al Fushshilat : 53)

“Dan Dia lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Ar Ra’du : 3)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati(kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan “. (QS. Al Baqarah : 164)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (QS. Qaf : 7 – 8)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 15)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al Hijr : 19)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal….” (QS. Ali Imran : 190)

Selain itu, kita juga dapat merenungi kebesaran-kebesaran Allah swt melalui fakta-fakta sejarah yang banyak diceritakan di dalam Al Quran dan Al Hadits.

Demikianlah artikel sederhana mengenai “Mengingat Allah Adalah penangkal dan Penawar Gelisah”. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan barakah bagi kita semua. Amin

Rabu, 16 Desember 2015

HUJAN

Hujan kembali membasahi bumi.
Membawa rindu yang kian sesak didalam dada.
Akankah rindu itu akan terobat dengan kehadiranmu lagi?
Mungkin itu hanyalah sebuah Angan dan mimpi yang tak akan pernah nyata.
Kita sekarang hanyalah sepasang orang asing yang sudah tak saling kenal.
Aku tak pernah menyesal dengan perkenalan kita hingga kita menjadi sedekat dan sangat dekat.
Hingga waktu menjauhkan kita karena keadaan.
Keadaan yang membuatmu menciptakan sebuah rasa kecewa dalam hidupku.
Rasa kecewa hingga membuatku beanr benar benar pergi jauhmu.
Seakan mata ini tak akan mampu melihatmu dan memandangmu lagi.
Hati ini seakan telah menciptakan sebuah tembok bajah nan kokoh agar tak ada celah lagi untuk kamu masuk kedalamnya.
Jika kamu merasa dirimu tampan hingga kau merasa berhak mempermainkan hati setiap wanita bukankah itu hanyalah perbuatan seorang pengecut.
Jika kamu mempunyai hati maka kamu tak akan melakukannya kepada setiap wanita. Bukankah Ibumu dan saudaramu juga seorang wanita.

Kadang aku ingin berjalan dan bermain di derasnya air hujan, Bukan untuk menangis tapi rindu akan masa kecil yang selalu terasa indah. Bermain air hujan, berlari kesana kemari tanpa merasa ada beban yang ditanggungnya. Yang ada hanyalah canda dan tawa.
Namun inilah fase kehidupan, dimana kita semakin dewasa maka semakin besar tanggung jawab yang harus kita tanggung.

Cinta, apakah memang indah seperti yang sering orang katakan.
Namun aku tak akan terburu-buru untuk menyimpulan itu semua
Kedekatanku dengan salah satu teman sekolah dulu,
Iya kita satu sekolah sejak SMP dan SMA dan aneh serta parahnya kita tak pernah meyadari kalau kita pernah satu sekola bahkan satu kelas bareng.
Aku tau jika kita pernha satu sekolah bareng saat sahabatku mengajaknya berkunjung kerumahku saat aku berlibur ke Jepara saat aku mengurus KTP. Temanku mengenalkannya dan kita banyak ngobrol dan baru ngeh saat temanku mengatakan jika kita pernah satu kelas bahkab satu sekolah sejak SMP.
Sempet kaget dan lucu juga sih.

Kita memang deket tapi aku tak pernah berfikir jika kedekatan kita seperti orang pacaran pada umunya.
Deket yang aku maskud karena kita sering bercanda jika sedang chat. Aku tau jika chat kita selam ini hayalah candaan dan seruan semata. Karena aku tau jika dia sendiri juga sedang dekat atau sudah menajlin hubungan dengan salah seorang cewek. Meski dia tak pernah mengaku tapi tak menjadi masalah denganku. Kita hanyalah teman dan sahabat yangs seru jika disandingkan.
Aku haya berharap jika persahabtanku ini tak akan menjadi hancur dan sedih sama seperti persahabtanku dengan Yoyot yang kini jauh serta nunut yang sangat jauh.

Aku tak butuh punya sahabat seperti mereka yang hanya memandang sebuah sahabat dari sebuah tampang. Tampangku memang tak cantik, Namun aku bersyukur aku masih di beri wajah yang bisa dibilang sempurna dan tidak ada cacat. Aku maish bisa bernafas, mempunya kedua mata yang masih dapat melihat.


Selasa, 15 Desember 2015

Entah


Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan hati ini.
Seakan tak henti gelisah memikiran sesuatu..
Apakah itu dia? yang masih sedikit singgah dalam hati,,
Namun, ini sudah menajdi keputusanku untuk benar pergi dan hilang darinya,
Toh ketidak hadiranku saat ini tidak menjadi arti baginya,,
Untuk apa aku masih memikirkannya, bukankah dia telah melukis kecewa dala hati ini.
Pergi dan menghapusnya bukanlah yang terbaik.
Seharusnya aku tak harus bersedih toh seharusnya aku bahagia seperti apa yang dikatakan oleh sahabatku. Dia bukan yang terbaik buatku!! Ingat itu.
Berapa sering dia mengecewakan hatimu? Berapa sering dia membuat jatuh air mata ini? Bahkan itu semua tak seharusnya terjadi.
karena orang yang tulus menyanyangimu dia tak akan bisa dan tak akan mampu membuatmu menangis apalagi sampai kamu bersedih dan mengeluarkan air mata walau hanya satu tetes.
Tapi bukankah dia tidak?
Aku sangat ingat apa yang dikatakan dia  jika dia memiliki rasa yang berbeda, namun mungkin dia juga mengatakan hal yang sama terhadap setiap wanita yang dia dekati. Jadi bukan aku satu satunya wanita yang mendapatkan ucapan kata darimorang yang diam-diam dikagumi terkadang akan membuat hati wanita itu melayang. Namun seketika semua itu ia hempaskan begitu saja dengan dia terang - terangan menujukkan kedekatannya dengan wanita lain selain diri ini.
Dan seolah dia beranggapan dialah yang paling penting dalam hidup saya ini. Seakan dia mengatakan jika aku yang harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika dia salah. Seolah dialah yang selama ini saya butuhkan dan aku tak akan bisa hidup tanpanya.
Kadang hati ini terasa sangat membencinya, namun kembali seperti semula jika aku tak seharusnya membenci seseorang.
Namun semua ini seakan kembali membuatku takut untuk merasakan apa itu jatuh cinta ketika merasakan sakit menelan kekecewaan. Namun benar apa kata orang lebih indah jika kita membangun cinta. Bukan cinta pacaran ala anak muda saat ini. Namun membangun sebuah cinta yang halal dalam bentuk pernikahan.

Senin, 14 Desember 2015

Takdir yang akan Menjawab

Kadang memang kita harus menghapus orang yang pernah berarti buat kita dalam hidup kita sendiri. Bukan karena kita membencinya. Namun semua itu kadang yang paling terbaik. Bukan maksud hati untuk memutus semua tali persaudaraan kita sebagai sesama orang muslim namun lebih baik kita sekarang menjadi orang asing yang tak lagi saling kenal. Ketika ini semua Allah tunjukkan kepadaku dan ketika aku mengetahui jika kamu telah menjalin hubungan juga dengan salah satu bidan yang bekerja disalah satu kota di Jawa Barat. Awalnya hati terasa sakit namun kusadar jika aku tak harus bersedih dan berlaut. Karena aku harus bahagia karena Allah telah menujukkan jika bukan dia yang baik untukku. Kini aku benar-benar harus menjauh darinya. Bahkan semua apa yang berhubungan dengannya memang sudah aku hapus. Aku tidak bertindak sebagai anak kecil karena ini memang yang terbaik. Bukankah kita dulunya hanyalah orang asing yang memang tak saling mengenal bukan?

Kita sekarang hanyalah bagia dari masa lalu yang memang sudah aku hapus semua. Ketika kamu pernah bilang kepadaku dan berkata apakah aku bisa tanpamu untuk tidak menghubungimu lagi? Kini aku akan jawab jika aku bisa melakukan itu semua. Karena aku yakin akan Allah yang akan selalu bersamaku. Kekagumanku selama ini akanmu memang benar benar hilang dan tak tersisa sama sekali. Memang baikknya kita tak usah bertemu  bukan juga aku muak melihat wajahmu namun itu yang terbaik. Aku sudah memaafkanmu meski tak pernah terucap dari bibirmu. Kini juga kamu sudah mendapat kebahagianmu dengannya. Insyaallah semoga bahagia :)

Kita pasti akan mendapatkan yang terbaik untuk hidup kita kali ini. Memperbaiki diri untuk menjadi orang baik dan Insyaallah jika Allah mengijinkan kita akan bertemu kembali. Namun untuk kali ini kita memang benar harus menjauh bahkan aku lihat kamu bahagia dengan aku menjauh darimu. Namun kembali teringat tentang apa yang aku pernah ceritakan kepadanya jika aku sangat tidak suka di bohongi dan orang yang terlalu Kepo sehingga aku pernah menjauh dari salah satu teman dekatku. Mungkin ini yang kau buat untukku agar aku jauh dan pergi darimu. Tapi Insyaallah aku sudah Ikhlas dan Ridho mungkin kita hanya ditakdirkan untuk singgah mewarnai hati kita bukan untuk bersama selamanya.



Singgah Kembali

Disaat seperti ini kadang rindu itu seakan singgah kembali. Namun segera semua aku menghapusnya. Teringat ketika saudara mengatakan jika dia tidak lagi menyukaimu seperti dulu. Mungkin karena terlalu banyak wanita yang kau dekati saat itu selain aku. Sehingga itu mengibaratkan jika kau bukanlah orang yang bisa di anggap setia. Mungkin ini memang jalan yang paling baik. Tidak berhubungan denganmu membuat hidup dan hati ini lebih terasa nyaman dan bahagia. Menunggu yang terbaik sambil memperbaiki diri yang ini tak lepas dari dosa - dosa.

Impian untuk Tahun depan banyak, Mungkin salah satunya di pertemukan Allah dengan Jodohku. Jodoh yang Insyaallah bisa membuat kita menjadi peribadi yang baik serta mempunyai misi yang sama. Sama-sama berjalan ke Jalan Allah :). Pengen juga seperti salah satu teman kampus aku yang kini telah menikah dengan salah satu ustadz. Dengan proses Taaruf dan membawa keluarga untuk berkunjung kerumah orang tuanya dan melamarnya dengan sangat sederhana. Mereka juga melangsungkan pernikahan juga dengan sangat sederhana tak menyebar undangan mewah dan pesta mewah Masyaallah benar - benar sangat Indah bayanganku. Mudah-mudahan aku bisa seperti salah satu temanku itu Aamiin.

Aku memang tak pernah mempunyai impian jika menikah nanti menggelarnya di gedung yang mewah. Bagiku cukup keluarga dan para sahabat :)

Kamis, 10 Desember 2015

GODAAN

Entahlah sekarang seakan sulit percaya pada orang. Semua yang keluar dari dirinya hanyalah dusta belaka. Rindu dan sayang sama sekali bualan semata. Oh Tuhan, mengapa aku harus terjebak dalam cinta yang tidak halal seperti ini. Mungkin semua ini adalah teguran dari Sang Pencipta ketika hati ini terjebak dan Allah kembali menunjukkan. Rasa Syukur tak henti terucap dari bibir dan hati ini. Menjaga jarak terhadap lawan jenis memanglah sangat penting, apalagi terhadap orang yang bukan mahram kita. Berteman dan bersahabat bole saja asal jangan terlalu intens.

Banyak pelajaran yang beberapa bulan ini dapat di petik dari berbagai pengalaman yang sedang terjadi, Cobaan dan godaan ketika kita mencoba memperbaiki diri akan banyak mengantri. Tinggal bagaimana kita menyikapi, apakah kita akan tergoda dan apakah kita akan bertahan dan tetap melanjutkannya. Jika kita sempat tergoda maka minta maaflah kepada Allah dan meninggalkannya dan kembali menuju jalan untuk memperbaiki diri. Bukan hanya cobaan cinta, namun cobaan fashion. Ketika kita mulai belajar mengenakan pakaian yang Syar'i dan dengan kerudung yang banyak, maka tak jarang ada yang akan menyindir kita dan mengatakan kita seperti emak-emak arisan atau emak emak PKK. Bahkan tak jarang mereka menyarankan kita mengenakan fashion yang lebih gaul dan modis agar di lihat lebih menarik dan gaul. Mungkin juga banyak yang menyarankan agar kita melepas dan berpakaian dengan dress yang lucu lucu dan imut serta dengan rambut yngbisa dibentuk dengan berbagai model bahkan warna rambut. Kadang semua itu membuat hati kadang sedih karena mereka sama sekali tidak mendukung kita untuk menjadi lebih baik. Bahkan banyak yang mengira kalau kita sok alim, Astaghfirullah.. Kita ini adalah makhluk ciptaan Allah yang sama sekali tak pernah luput dari dosa. Bahkan semua orang yang mengenakan Jilbab pun tak pernah berfikir jika dia sok alim dan sebagainya. Mereka hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat mereka sebagai bentuk ketaatan mereka terhadap sang Penciptanya. Maka kita semua harus saling mendoakan sebagai sesama saudara. Kita saling merangkul dan sama-sama berjalan memperbaiki diri. Karena kita hanyalah manusia biasa.




Rabu, 09 Desember 2015

RAHASIA WAKTU

Waktu memang banyak menyimpan banyak rahasia yang sulit kita tebak. Bahkan kita sendiri tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi beberapa detik yang akan datang. Sama halnya dengan kita. Kita adalah salah satu bagian dari sebuah rahasia waktu. Waktu merahasiakan  pertemuan kita dan perpisahan kita sekarang. Perpisahan yang sama sekali tak pernah terbesit dalam pikiran ini. Ketika kita semakin jauh hingga terasa asing dan tak saling peduli.

Tapi akankah waktu kembali akan mempersatukan kita menjadi sehangat dulu. Kadang rindu kembali singgah, namun seakan hati ingin menahannya. Satu ucapan yang membuat hati ini enggan kembali untuk memikirkannya. Entahlah, tapi sekarang hati mulai tak memperdulikan itu semua. Ketika hati ingin meminta maaf dan disambut dengan ucapan dan perkataan yang membuat hati terasa teriris maka langkah kaki akan mulai perlahan mundur dan berbalik arah untuk pergi menjauh.

Karena semua itu tidak akan bisa dipertahankan selamanya. Sekarang waktu memberi jawaban agar kita menjauh dan sejauh-jauhnya dan tak usah kembali. Seakan waktu berkata  ikhlaskan dan semua akan kembali seperti semula. Kembali damai kala hati belum mengenalnya dan semua itu akan kembali seperti semula seiring berjalannya waktu.


Selalu Tersenyum

Sering orang mengatakan jika aku orang yang sangat tertutup. Aku sangat jarang bercerita tentang kehidupan pribadiku terhadap seseorang meski itu orang terdekatku. Aku kadang lebih memilih untuk menyimpannya dan mengadukannya kepada Allah. Kadang aku menceritakannya jika aku memang sangat butuh solusi dan pendapat, kadang aku menceritakannya hanya kepada orang yang sangat aku percaya dan membuatku nyaman untuk bercerita dan ngobrol dengan masalahku. Aku kadang lebih memilih menyimpan air mata dan kesedihanku dihadapan banyak orang dan memilih menunjukkan tawa dan senyuman untuk menutupi itu semua. Meski terkadang itu membuat hati sakit, tapi aku tak ingin banyak orang tau tentang masalah yang sedang aku hadapi. Apalagi memasukkanya dan membuat orang itu juga merasakan kesedihan yang sedang aku alami. Banyak orang yang kadang bertanya kepadaku dan heran mengapa kamu tak pernah bersedih dan selalu tertawa. Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan candaanku.

Jauh dulu aku sering murung dan bersedih dan sering menunjukkan kesedihanku saat hati tak kuasa menahan rasa sakit yang sedang aku alami. Namun lambat laut mulai belajar dan mendapat banyak masukan dari salah satu sahabat saya. Dia banyak memberi pelajaran yang luar biasa yang perlahan membuatku mulai memperbaiki diri. Dia banyak berkata jangan suka menujukkan kesedihanmu, simpan dan curahkan semua diatas sajadahmu ketika kamu menghadapNYA karena itu semua akan membuat hatimu lebih nyaman dan membuat kesedihanmu hilang dan berkurang.

Dia juga mengajarkan agar kita memaafkan orang yang telah menyakiti kita meski bisa membalasnya. Memaafkan kesalahan orang meski orang tersebut yang yang bersalah dan tidak meminta maaf. Ikhlas dan sabar dengan apapun dengan apa yang menimpa kita.






Selasa, 08 Desember 2015

Kalimat yang membuat hati sesak

Jawaban yang berupa satu kalimat yang membuat hati terasa sesak.

"ApaApa Apa ya Apa"

Apakah kau tak pernah berfikir bagaimana rasanya mendapat jawaban seperti itu. Jika memang tidak berkatalah tidak. Tak usah seperti itu. Kini ku tau seperti apa dirimu sebenarnya. Tak salah jika aku sering bertukar pikiran terhadap salah satu sahabat dekatku dan mengatakan jika ini bukan yang terbaik. Mungkin jika Yoga masih hidup dia akan mengatakan hal yang sama. Sehingga sekarang terbukti.


Allah maha tau dan maha melindungi umatnya. Seharusnya memang tak seperti ini dan akulah yang salah. Ini salah satu teguran dari Allah untukku. Meski sakit tapi mencoba ikhlsa dan tetap tersenyum dihadapan semua orang. Tak perlu ada yang tau bagaimana aku menangis karena aku tak ingin orang mengasihaniku. Cukup ku tebarkan senyum dan tawa disaat hati terluka, mencoba membuat orang tertawa membuatku bahagia. Walau terkadang sungguh berat untuk menahan tangis dari luka dan menutupinya dengan senyuman. Yang aku yakin Allah akan mengganti semua ini dengan kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan.

Jika kita semakin jauh, mungkin ini cara Allah untuk memisahkan kita karena Allah tau kita bukanlah yang terbaik. Dan kini aku memang akan benar-benar pergi dan melupakan semua ini dan tak akan ada yang pernah aku ingat.


WAKTU




"Apapun yang terjadi dalam hidup. Life must go on. Biarlah waktu menjadi obat terbaik untuk setiap luka."

Biarlah waktu menjadi obat terbaik untuk menyembuhkan setiap luka. Mungkin Allah telah menakdirkan aku dan dia untuk tidak dekat lagi. Tapi akankah aku menerima ajakan sahabatku
 untuk mengajak aku bertaaruf dengan salah satu anak dari sahabatnya. Tapi, aku sendiri pun belum berjumpa dengannya. Apakah ini semua jalan Allah dan apakah ini semua rencana yang Allah siapkan untuk kebaikanku. Sedang ketika aku ingin menjalin komunikasi kembali dengannya, ternyata dia responnya sama sekali tidak seperti yang saya harapkan.

Semua pasti memang sudah dituliskan, mungkin perkenalanku dengan dia memang cukup sampai  disini dan tak akan mungkin berlanjut. Tapi hati masih bimbang apakah aku menerima tawaran dari tanteku.Sahabatku  memang pernah bercerita jika si Fulan adalah orang yang baik, Agamanya bagus. Tapi seakan hati ini belum yakin, bukan terhadap si Fulan tapi dengan diri ini yang masih mencoba memperbaiki diri.

Mungkin yang paling tepat melupakannya dan Memperbaiki diri agar menjadi lebih baik