Selasa, 22 Desember 2015

Luka Hati Naya

Naya terlihat masih duduk terdiam disalah satu taman catelya. Matanya masih sembab. Hatinya terasa kecewa saat ia bermaksud menjalin komunikasi kembali dengan Niko. Naya hanya ingin minta maaf dan sadar dengan apa yang dia lakukan salah. Namun Niko tak menggubrisnya. Disaat kesedihan singgah hingga membuka luka lama Naya,  Reno datang menghiburnya.
"Hai Nay,  kamu kenapa sedih? Apa yamsebenarnya terjadi? Adakah orang yang menyakitimu?" Reno terlihat menatap tajam Naya dengan penu kekhawatiran.
Naya tersenyum menyembunyikan air mata yang telah ditumpahkannya. Namun seakan Reno bisa melihat apa yang disembunyikan dari Naya.
"Kamu tidak perlu membohongiku Nay, kamu nangis kan Nay?" Reno kembali melontarkan pertanyaan dengan wajah yang cemas.
"Reno, aku tidak menangis. Aku baik-baik saja" Naya menjawab dengan wajah srumingahnya.
Naya memang tidak bisa menyembunyikan kesedihananya dari Reno. Namun kali ini Naya tak ingin membuat Reno kembali cemas dengan keadaanya. Naya sadar Reno begitu baik padanya dan peduli. Meski Reno kadang membuat dirinya jengkel karena tingah  jahilnya. Namun disisi lain Reno sangat peduli akan Naya. Maka Naya tak ingin membuat Reno kecewa jika Reno mengetahui hatinya sedang memikirkan orang lain.
Naya dan Reno memang dekat. Kedekatan mereka memang tak lama. Reno dan Niko tak sengaja bertemu saat Marisa mengajak Reno main kerumahnya. Kedekatan mereka berlangsung dengan cepat. Memiliki kekonyolan yang sama membuat mereka cepat nyambung dan nyaman berteman.
"Nay, aku sayang sama kamu" Ucap Reno lirih sembari menatap wajah Naya.
Naya hanya diam. Naya tak tau apa yang harus dia jawab atas pertanyaan Reno. Hati Naya seakan masih tersimpan seseorang yang kini mulai acuh padanya. Namun Naya juga tak ingin mengecewakan hati Reno. Naya tau bagaimana rasanya dibuat kecewa oleh seseorang. Naya memantapkan hatinya sembari tersenyum kepada Reno.
"Iya Reno, aku juga sayang sama kamu" Jawab Naya dengan senyum lebarnya.
Naya berharap memang inillah keputusan yang paling baik yang memang harus diambilnya. Reno orang yang baik. Bahkan Reno selalu ada dan siap menghiburnya. Meski kadang Reno masih diselimuti dengan sifak emosinya yang mmasih belum bisa dia kontrol.
Mungkin inilah saatnya Naya mengobati luka hatinya dengan membuka hati untuk Reno. Toh Niko sudah tak mau menjalin komunikasi dengannya. Mungkin malam tadi itulah komunikasi terakhirnya dengan Niko. Mungkin Niko sudah mempunya hidup yang baru yang memang Naya tak seharusnya da didalamnya.
"Nay, aku harap kamu tidak membohongiku soal ini. Aku harap itu semua dari hatimu. Tidak karena kamu ingin melupakan seseorang dan menjadikanku sebagai pelampiasnan kekecewaanmu." Reno memangdang langit dengan penuh bintang.
"Enggak Reno, aku tak mungkin membuat orang kecewa. Karena aku tau bagaimana rasanya jika hati dibuat kecewa."Jawab Naya ditemanu senyumnya yang khas.
"Nay, kamu itu wanita yang berarti buatku. Aku tak ingin kamu bersedih. Bahkan sampai ada sedikit air mata yang keluar dari mata indahmu. Aku tak akan memaafkan dirimu sendiri."Reno kembali memandang Naya yang terlihat asyik memandang bulan dengan senyum yang selalu tersunggung diwajah indahnya.
Naya tau apakah ini jalan Allah dan jawaban dari pertanyaanya. Meski Naya sudah memulai komusikasi dengan Niko. Tapi Niko sudah bersifat dingin terhadapnya. Naya tau sekarang ada sosok yang meuali mengobati hatinya dengan kekonyolannya dan dengan keisengannya. Namun dalam hati Naya berharap Niko bisa bersifat hangat kembali dengannya.
Naya memang sangat merindukan sosok Niko kembali dalam kehidupannya. Namun semuanya meamng tak akan bisa kembali seperti dulu. Niko pun sudah tak menganggap Naya ada dalam hidupnya. Bahkan sudah menghapus semuanya. Meski berulang kali memang sering terjadi kesalh pahaman Nay dengan Niko hingga membuat Naya sering menyimpulan apa yang tidak sebenarnya terjadi. Namun hati Naya seakan mengatakan itu memang yang terjadi. Hati Naya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jika Niko selama ini hanya mempermainkan hatinya. Memang Naya yang salah dalam hal ini. Naya seakan masuk kedalam rasa yang tak seharusnya dia rasakan. Harusnya Naya hanya merasakan kekaguman. Namun hingga semua itu masuk dan menciptakan kecewa dan luka dalam hati Naya.

Kehadiran Reno sedikit merubah segalanya. Reno yang sedikit punya emosi yang sulit dia kontrol namun dibalik itu semua dia memiliki sifat yang lembut yang bisa membuat Naya kembali tertawa. Melupakan sejenak kisahnya dengan Niko yang berakhir seperti orang asing.
Namun akankah Naya dapat melupakan semuanya tentang Niko?
##Bersambung




Tidak ada komentar:

Posting Komentar