Sering orang mengatakan jika aku orang yang sangat tertutup. Aku sangat jarang bercerita tentang kehidupan pribadiku terhadap seseorang meski itu orang terdekatku. Aku kadang lebih memilih untuk menyimpannya dan mengadukannya kepada Allah. Kadang aku menceritakannya jika aku memang sangat butuh solusi dan pendapat, kadang aku menceritakannya hanya kepada orang yang sangat aku percaya dan membuatku nyaman untuk bercerita dan ngobrol dengan masalahku. Aku kadang lebih memilih menyimpan air mata dan kesedihanku dihadapan banyak orang dan memilih menunjukkan tawa dan senyuman untuk menutupi itu semua. Meski terkadang itu membuat hati sakit, tapi aku tak ingin banyak orang tau tentang masalah yang sedang aku hadapi. Apalagi memasukkanya dan membuat orang itu juga merasakan kesedihan yang sedang aku alami. Banyak orang yang kadang bertanya kepadaku dan heran mengapa kamu tak pernah bersedih dan selalu tertawa. Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan candaanku.
Jauh dulu aku sering murung dan bersedih dan sering menunjukkan kesedihanku saat hati tak kuasa menahan rasa sakit yang sedang aku alami. Namun lambat laut mulai belajar dan mendapat banyak masukan dari salah satu sahabat saya. Dia banyak memberi pelajaran yang luar biasa yang perlahan membuatku mulai memperbaiki diri. Dia banyak berkata jangan suka menujukkan kesedihanmu, simpan dan curahkan semua diatas sajadahmu ketika kamu menghadapNYA karena itu semua akan membuat hatimu lebih nyaman dan membuat kesedihanmu hilang dan berkurang.
Dia juga mengajarkan agar kita memaafkan orang yang telah menyakiti kita meski bisa membalasnya. Memaafkan kesalahan orang meski orang tersebut yang yang bersalah dan tidak meminta maaf. Ikhlas dan sabar dengan apapun dengan apa yang menimpa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar