Hujan kembali membasahi bumi.
Membawa rindu yang kian sesak didalam dada.
Akankah rindu itu akan terobat dengan kehadiranmu lagi?
Mungkin itu hanyalah sebuah Angan dan mimpi yang tak akan pernah nyata.
Kita sekarang hanyalah sepasang orang asing yang sudah tak saling kenal.
Aku tak pernah menyesal dengan perkenalan kita hingga kita menjadi sedekat dan sangat dekat.
Hingga waktu menjauhkan kita karena keadaan.
Keadaan yang membuatmu menciptakan sebuah rasa kecewa dalam hidupku.
Rasa kecewa hingga membuatku beanr benar benar pergi jauhmu.
Seakan mata ini tak akan mampu melihatmu dan memandangmu lagi.
Hati ini seakan telah menciptakan sebuah tembok bajah nan kokoh agar tak ada celah lagi untuk kamu masuk kedalamnya.
Jika kamu merasa dirimu tampan hingga kau merasa berhak mempermainkan hati setiap wanita bukankah itu hanyalah perbuatan seorang pengecut.
Jika kamu mempunyai hati maka kamu tak akan melakukannya kepada setiap wanita. Bukankah Ibumu dan saudaramu juga seorang wanita.
Kadang aku ingin berjalan dan bermain di derasnya air hujan, Bukan untuk menangis tapi rindu akan masa kecil yang selalu terasa indah. Bermain air hujan, berlari kesana kemari tanpa merasa ada beban yang ditanggungnya. Yang ada hanyalah canda dan tawa.
Namun inilah fase kehidupan, dimana kita semakin dewasa maka semakin besar tanggung jawab yang harus kita tanggung.
Cinta, apakah memang indah seperti yang sering orang katakan.
Namun aku tak akan terburu-buru untuk menyimpulan itu semua
Kedekatanku dengan salah satu teman sekolah dulu,
Iya kita satu sekolah sejak SMP dan SMA dan aneh serta parahnya kita tak pernah meyadari kalau kita pernah satu sekola bahkan satu kelas bareng.
Aku tau jika kita pernha satu sekolah bareng saat sahabatku mengajaknya berkunjung kerumahku saat aku berlibur ke Jepara saat aku mengurus KTP. Temanku mengenalkannya dan kita banyak ngobrol dan baru ngeh saat temanku mengatakan jika kita pernah satu kelas bahkab satu sekolah sejak SMP.
Sempet kaget dan lucu juga sih.
Kita memang deket tapi aku tak pernah berfikir jika kedekatan kita seperti orang pacaran pada umunya.
Deket yang aku maskud karena kita sering bercanda jika sedang chat. Aku tau jika chat kita selam ini hayalah candaan dan seruan semata. Karena aku tau jika dia sendiri juga sedang dekat atau sudah menajlin hubungan dengan salah seorang cewek. Meski dia tak pernah mengaku tapi tak menjadi masalah denganku. Kita hanyalah teman dan sahabat yangs seru jika disandingkan.
Aku haya berharap jika persahabtanku ini tak akan menjadi hancur dan sedih sama seperti persahabtanku dengan Yoyot yang kini jauh serta nunut yang sangat jauh.
Aku tak butuh punya sahabat seperti mereka yang hanya memandang sebuah sahabat dari sebuah tampang. Tampangku memang tak cantik, Namun aku bersyukur aku masih di beri wajah yang bisa dibilang sempurna dan tidak ada cacat. Aku maish bisa bernafas, mempunya kedua mata yang masih dapat melihat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar