Sabtu, 21 November 2015

Rindu namun raga tak bisa bertemu

Rintik hujan kembali membasahi bumi, Seperti kerinduan yang singgah kembali. Meski raga tak mampu bertemu namun doa yang mampu terpanjat. Bayangmu kerap singgah menampakkan senyuman yang menawan dalam keabadianmu. Seakan kau mengatakan aku bahagia dan tetap pancarkan senyumanmu meski hatimu menagis.

Memajamkan mata sekejap dan merasakan kehadiranmu disekelilingku. Seperti janjimu yang akan selalu melindungiku, meski kau tau Allah juga akan selalu melindungi umatnya. Senyuman dan tawa  itu seakan masih terngiang dalam otak ini dan membuat irama yang sangat indah.

Sang kekasih hati kau pergi dengan senyuman terakhir nan manis menyembunyikan air mata hingga kau menahannya. Semua itu kau lakukan agar tak membuat orang lain menangis karenamu. Perjuanganmu yang gigih untuk keluargamu bahagia, karena kau tersadar kau lah satu-satunya tulang punggung keluargamu. Kau rela kerja siang malam tanpa memperdulikan kesehatanmu sendiri. Semua itu kau lakukan demi keluargamu.

Kesetiaanmu terhadap satu orang saja yan kau cinta terkadang membuat semua orang terenyuh. Kau akan menjaga hatinya dan tak akan rela orang itu menangis walau hanya mengeluarka setetes air mata dari kedua matanya. Kau selalu menjaga sikapmu dan seolah memikirkan apa yang akan kau kerjakan. Apa itu akan membuat  orang kau sayang menangis, sedih atau bahkan kecewa. Hingga itu terjadi kau tak akan segan untuk meminta maaf.

Kini tidurlah dalam keabadianmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar