Perlahan namun seakan pasti hati ini untuk meninggalkannya. Tapi langkah kaki ini seakan ada maghnet besar untuk menahannya. Seakan masih tersisa secuil rasa yang tak mampu dibohongi. Apakah hati in hanya berpura-pura tak mengenal lagi nama itu. Apa hanyalah perasaan hati yang tak pernah dia pertanyakan kebenarannya, hanya menebak dan menduga-duga. Apalah arti sebuah jarak dengan rasa percaya. Tapi apa mungkin rasa percaya itu masih akan ada jika tak lagi seperti dulu. Apakah inilah dirinya yang sesungguhnya, bukankah kita memang tak pernah saling mengenal sebelumnya dan ketika kita semakin dekat sehingga terlihat apa yang sebenarnya kulihat.
Apakah sebuah nama yang asing itu akan kembali akrab terdengar kembali dan terselip dalam setiap doa itu? Apa nama itu akan hilang terhempas badai dan kemudia menghilang. Hanya sang pencipta yang maha mengetahuinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar