Kamis, 26 November 2015
Ketika Akhwat Jatuh CInta
Akhwat jatuh cinta?
tidak ada yang aneh
Mereka juga adalah manusia
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskan akhwat jatuh cinta?
Mereka juga punya hati dan rasa
Tapi tahukan kalian, betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya
Tidak ada senyum bahagia, tidak ada rona malu di wajah, tidak ada buncah suka di dada
Namun sebaliknya,
ketika akhwat jatuh cinta,
yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat atas sebuah hijab yang tersingkap, ketika lelaki yang tidak halal baginya bergelayut di dalam alam fikirannya
Yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar atas cinta yang tak suci lagi.
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya,
yang mereka rasakan adalah rasa kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yang tak semestinya
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu,
yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cintanya yang ternoda
Yang ada adalah kegelisahan karena rasa yang salah arah, yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit
Ketika akhwat jatuh cinta,
bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut
Tidak ada kata cinta dan rayu yang adalah kekhawatiran yang amat sangat ingin merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak pernah halal baginya
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah
Kegelisahan yang ada di hati yang tak akan mampu memberinya ketenangan di wajahnya yang dahulu teduh
Mereka akan terus mematikan rasa itu bagaimanapun caranya, bahkan kendati harus menghilang, maka itu pun mereka lakukan.
Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta, karena yang ada hanyalah penderitaan
“copas Ummu Sa’ad “Aztriana”
Akhi, kata-kata diatas telah menggambarkan secara gamblang bagaimana hati seorang akhwat ketika ia jatuh cinta. Maka, jangan kau buat ia semakin menderita dengan harapan-harapan palsu yang kau berikan. Akhi, mungkin kau tak pernah membayangkan perasaan seorang akhwat yang jatuh cinta. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menghindar darimu agar ia tak mendekati perbuatan zina karena sesungguhnya mata, lisan, kaki, tangan dan hati itu bisa menimbulkan perbuatan yang mendekatkan diri pada zina. Mungkin kau memang tak pernah bisa tahu bagaimana sakitnya rasa itu karena sesungguhnya seorang akhwat itu pandai menyembunyikan rasa terdalam yang ada padanya.
Akhi, jika kau jatuh cinta bersabarlah untuk menanti seorang akhwat yang memang telah tertulis di lauhul mahfudz untukmu. Jangan kau dahului takdirmu, wahai saudaraku.
Akhi, apa kau ingat bagaimana indahnya cinta Fatimah az Zahra dan Ali?
Cinta 'Ali dan Fatimah memang luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekspresi dan akhirnya mereka dipersatukan Allah dengan jalan yang indah.
Akhi, tak kah kau menginginkan cinta seperti itu?
Maka jika kau mencintai seorang akhwat, jagalah kesucian cinta itu. Karena jika ia adalah jodohmu, Allah akan memberimu hadiah yang jauh lebih indah yaitu Allah akan mempersatukan cinta itu ke dalam ikatan yang lebih indah nan halal. Namun, jika ia bukan jodohmu yakinlah bahwa Allah akan mengganti dengan seseorang yang jauh lebih baik darinya.
Percaya lah itu.. :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar