Kamu, Seseorang yang masuk dalam relung hati tanpaku mampu menahannya. Kehadiranmu membawa arti tersendiri dalam setiap hari yang kulewati. Membawa secerca kebahagiaan dan tawa tanpa rencana. Kulantunkan doa dan kusisipkan namamu disetiap doaku. Tak banyak yang kuminta dari sang Rabb. Cukup pintaku agar dia seuatu saat bisa menjadi Imam untuk keluargaku kelak. Kesederhanaannya yang mampu membuatku jatuh cinta kepadanya. Jika dia yang terbaik maka Allah akan selalu mendekatkannya denganku, Lalu jika tidak maka Sang Ilahi akan menjawabnya dengan apa yang dia tunjukkan terhadap hambanya.
Ketika Sang pencipta menjawabnya dengan yang tidak kita harapkan lantas apa yang kita rasakan? Sedih? kecewa atau bahkan menangis?. Dengan apa yang telah diberikan oleh Allah tak lantas kita kecewa dengan apa yang Allah berikan. Ketika Allah menujukkan dia bukan untukmu, dia diciptakan untukmu hanya untuk mewarnai hidupmu bukan untuk menjadi milikmu. Bisa saja dia hanya mempermainkan hatimu, dan tangis kesedihan yang kau rasakan karena dia yang membuatnya apakah itu cinta? Tidak. Kita sebagai wanita juga harus bisa mejaga diri dan hati kita. Maka bangunlah di hatimu tembok berterali besi yang sulit untuk dilewati para ikhwan.
Aku juga pernah merasakan kesedihan itu, Kesedihan yang aku dapatkan ketika diam-diam orang yang aku kagumi telah memiliki seseorang lain disana? Aku memang tak pernah menanyakannya? Mengapa? Apa perlu kutanyakan? Apa mungkin inilah cara Allah untuk memisahkan jarak diantara kita terlebih dahulu. Menjaga jarak kita sampai kehalalan mempertemukan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar