Pergi, mungkin ini memang pantas dan memang harus aku lakukan. Menjauh darinya yang sering membuatku menangis kembali. Semalam hati ini memang benar - benar terasa hancur dibuatnya. Menangis kembali, terluka kembali dan kecewa kembali. Mungkin dia benar - benar telah membuat hati ini dicuri olehnya dan dia melepaskan lalu menghempaskannya ke dasar jurang. Perih memang iya, kecewa memang pasti. Menjauh itu yang akan terjadi. Toh dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dan itu bukan aku tapi dia. Dia, wanita itu satu kampus, satu kota dengnnya. Wajahnya yang ayu sehingga membuat namanya selalu disebut olehnya. Semua apa yang dikatakannya hanyalah sebuah dusta yang sudah ku lupakan. Kini.. aku akan tetap melangkah namun dengan meninggalkan semua rasa ini. Rasa yang pernah terbentuk indah meski kini rusak dan hancur menjadi butiran debu kemudian hilang tertiup angin.

Ini adalah sebuah hati bukan arena permainan. Jika kau merasa tampan sehingga banyak wanita yang tertarik kepadamu tapi kamu hanya mempermainkan hatinya dimanakah letak kebanggaan itu berada?. Bangga menjadi pujaan banyak wanita? Itu bukanlah sebuah kebanggan.
Sekarang pergilah bersama wanitamu. Terima kasih karena kau telah singgah dalam hati. Mengajarkan akan ketulusan untuk melepaskan. Merelakan meski perih dan tetap menunjukkan senyum kebahagiaan. "NA"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar