Kamis, 10 Desember 2015

GODAAN

Entahlah sekarang seakan sulit percaya pada orang. Semua yang keluar dari dirinya hanyalah dusta belaka. Rindu dan sayang sama sekali bualan semata. Oh Tuhan, mengapa aku harus terjebak dalam cinta yang tidak halal seperti ini. Mungkin semua ini adalah teguran dari Sang Pencipta ketika hati ini terjebak dan Allah kembali menunjukkan. Rasa Syukur tak henti terucap dari bibir dan hati ini. Menjaga jarak terhadap lawan jenis memanglah sangat penting, apalagi terhadap orang yang bukan mahram kita. Berteman dan bersahabat bole saja asal jangan terlalu intens.

Banyak pelajaran yang beberapa bulan ini dapat di petik dari berbagai pengalaman yang sedang terjadi, Cobaan dan godaan ketika kita mencoba memperbaiki diri akan banyak mengantri. Tinggal bagaimana kita menyikapi, apakah kita akan tergoda dan apakah kita akan bertahan dan tetap melanjutkannya. Jika kita sempat tergoda maka minta maaflah kepada Allah dan meninggalkannya dan kembali menuju jalan untuk memperbaiki diri. Bukan hanya cobaan cinta, namun cobaan fashion. Ketika kita mulai belajar mengenakan pakaian yang Syar'i dan dengan kerudung yang banyak, maka tak jarang ada yang akan menyindir kita dan mengatakan kita seperti emak-emak arisan atau emak emak PKK. Bahkan tak jarang mereka menyarankan kita mengenakan fashion yang lebih gaul dan modis agar di lihat lebih menarik dan gaul. Mungkin juga banyak yang menyarankan agar kita melepas dan berpakaian dengan dress yang lucu lucu dan imut serta dengan rambut yngbisa dibentuk dengan berbagai model bahkan warna rambut. Kadang semua itu membuat hati kadang sedih karena mereka sama sekali tidak mendukung kita untuk menjadi lebih baik. Bahkan banyak yang mengira kalau kita sok alim, Astaghfirullah.. Kita ini adalah makhluk ciptaan Allah yang sama sekali tak pernah luput dari dosa. Bahkan semua orang yang mengenakan Jilbab pun tak pernah berfikir jika dia sok alim dan sebagainya. Mereka hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat mereka sebagai bentuk ketaatan mereka terhadap sang Penciptanya. Maka kita semua harus saling mendoakan sebagai sesama saudara. Kita saling merangkul dan sama-sama berjalan memperbaiki diri. Karena kita hanyalah manusia biasa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar