Kamis, 11 Februari 2016

takdir

Rindu,,
kadang rasa itu sering membayangiku. Namun tak sepantasnya aku merindunya. Merindu seseorang yang memamng belum halal untukku. Namun, dibalik kerinduanku tersimpan sebuah luka. Luka yang kembali perih saat mengingatnya. Minggu itu memang pertemuan terakhir kita. Lantas setelah itu kita tak saling menghubungi kembali. Entah sampi kapan, namun mungkin akan selamanya. Apakah itu semua salahku yang terlalu ego. Tapi mungkin juga tidak. Ini memang yang terbaik. Dia yang selalu membuat seribu janji manis namun akhirnya dia mendustainya.

Ini semua takdir dari sang pencipta. Kala kita tak di takdirkan untuk bersama namun hanya untuk menghiasi hati kita.
Namun aku maish tak bisa membayangkan. Jika esok kita dipertemukan kembali. Akankah aku menghindarimu? Akankah aku pura-pura tak mengenalmu? apakah itu lebih baik atau malah menyiksaku? meski kadang hati sudh memberi maaf namun kadang melupakan itu yang paling sulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar