Pernahkah kalian kehilangan?
Mungkin sebagian dari kalian pernah merasakannya. Kehilangan barang paling berharga atau bahkan kehilangan orangyang paling kalian sayang?
Lantas apa yang kalian lakukan? Kecewa? Marah? Menagis.
Aku pernah meraskan kehilangan yang membuat hatiku benar-benar rapuh.
Kala itu aku menjalin hubungan dengan salah seseorang selepas aku lulus SMA
Awalnya hubungan kita sangat manis. Dia memanjakanku dengan meneruti semua kemauanku.
Namun semua itu menjadi malapetaka buatku.
Dia terus mengancamku saat aku ingin berpisah dengannya. Mengancamku ingin menyakiti keluargaku. Melaporkanku kepolisi. Aku dulu memang terlalu polos hingga aku sangat mudah untuk dibohongin.
Sikap arogan dia terus selalu muncul hingga aku benar-benar merasa sangat tak nyaman
Dilain sisi dengan ancamannya memabuatku benar-benar merasa tertekan hingga membuatku stress
Aku sering menangis. Hidupku benar-benar tak tenang. Namun dilain sisi aku sangat menyanyaginya
Tapi aku tak bisa terus menerus seperti ini. Aku pantas meraskan kebahagiaan.
Sedikit demi sedikit aku mengumpulkan sebgian uang dari gajiku untuk mengembalikan semua yang pernah dikasih untuknya. Dia meminta untuk mengembalikan semua pemberiannya yang telah diberikan untukku. Bagiku itu sangat besar.
Namun dengan jalan Allah. Allah membantuku untuk terlepas darinya.
Terlepas dari itu. Aku mulai membuka diri unuk orang. Meski jujur sampai sekarang aku maish sangat trauma akan kejadian lalu.
Aku kembali membuka hati untuk seseorang yang awalnya aku sangat kagum akannya hingga menumbuhkan benih cinta diantar kita berdua. Kita memang tak ada ikatan karena kita berdua mempunyai komitmen untuk tidak berpacaran sebelum menikah nantinya. Awalnya hubungan kita sangat baik. Tak henti aku meminta petunjuk dari sang pencipta untuk hubungan taaruf ini. NAmun lagi-lagi aku harus kecewa.
Dia yang aku kagumi dan percaya. Malah giat mendekati beberapa wanita lain. Kecewa pasti, menangis tentu. Lagi-lagi aku kehilangan seseorang. Namun mungkin itu cara Allah untuk mengingatkanku untuk tidak terlalu berharap pada manusia. Dan mencoba ikhlas, awalnya sangat sulit namun dengan berjalannya waktu aku muali terbiasa akan ini semua.
Aku menuai banyak pelajaran dari ini semua. Saat aku kehilangan dan mencoba ikhlas untuk melepas itu semua menjadikan hati ini semakin tenang damai dan tanpa beban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar