Duduk ditepi pantai ditemani hembusan angin
Desiran ombak yang menabrak batu karang yang menenagkan jiwa.
Suara tawa hingga air mata menemani kita.
Aku tak mampu meningatnya karena memang cukup lama kita tak menyapa senja.Aku memang sangat merindukan itu semua. Merindukanmu yang berada jauh disana.
Aku tau kau pasti melihatku dengan senyuman khasmu.
Aku merasakannya, meski aku tak melihat tawamu lagi.
Aku bahkan tak pernah menikmati senja itu lagi. Menikmati jingganya langit sampai berganti dengan cahaya bulan.
Aku tak ingin mengingatmu hingga air mata ini kembali menetes setelah kepergianmu satu tahun lalu untuk selamanya.
Apakah tubuh ini terlalu rapuh hingga belum mampu menggantikanmu dalam hati.
Menemaniku menikmati senja seperti denganmu.
Berlarian menyusuri bibir pantai, berpura-pura terjatuh agar kau menggendongku?
Aku sadar memang semua perlu waktu. Aku hanya tak ingin terluka. Terluka karna kepalsuan cinta lalu dan kau sembuhkan semua luka itu namun kau pergi untuk selamanya.
Senja..sampaikan rindu ini untuk dia disana. Katakan jika aku sangat merindukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar